Tentang Saya dan Sulitnya Membedakan Kanan Kiri

Home ยป Tentang Saya dan Sulitnya Membedakan Kanan Kiri

Menjadi โ€œtukang ojekโ€ bisa dikatakan pekerjaan tetap dimanapun saya berada. Ketika di rumah, ibu beserta kakak perempuan saya paling suka mengajak kemana-mana. Dari mulai ke sanak saudara sampai ke pasar Cuma sekedar cuci mata. Tak jauh beda ketika jaman di tempat kos dulu. Teman- teman juga sering meminta saya menjadi tukang ojeknya jika ada keperluan tertentu. Pun sekarang setelah jadi ibu rumah tangga dan tinggal satu kampung sama mertua, ternyata status tukang ojek masih melekat pada saya. Sebenarnya bukan tanpa alasan mereka senang menjadikan saya ojek pribadinya. Keahlian mengendara motor yang cukup karena di dukung postur tubuh yang tinggi serta bisa sesekali jadi ala- ala balapnya Valentino Rosi, menjadikan yang ingin cepat sampai tujuan bisa mengandalkan saya. Namun sebagai pengemudi ada perjanjian yang dilakukan sebelum bersepeda. Saya akan meminta penumpang untuk menunjukkan arah jauh sebelumnya karena ternyata saya sulit membedakan kanan dan kiri. Perlu loading lama sampai memeragakan cara makan menggunakan tangga untuk meyakinkan kalo tempat yang saya tuju benar- benar kanan. Selain sulit membedakan kanan dan kiri, satu lagi yang sulit saya lakukan. Membedakan benda yang mirip. Jadi jika ada dua benda yang mirip dan berjejer maka saya sulit membedakannya. Sampai- sampai saya telah dua kali membawa pulang sepeda yang salah. Untuk kejadian pertama ketika awal saya tinggal dirumah mertua. Suatu hari saya diminta belanja dengan sepeda adik ipar yang tak pernah pakai. Kebetulan dipasar banyak sepeda yang mirip dan saya pun lupa yang mana sepeda adik ipar. Akhirnya setelah cap-cip-cup memilih dan agak ragu, saya pun membawa sebuah sepeda yang mirip pulang. Setelah sampai di rumah sepeda yang saya kendarai ternyata salah. Dan segera saya menukarnya dan tak seorang pun yang curiga. Namun lain lagi ketika saya masih duduk dibangku sekolah dasar. Kejadian pun hampir sama yaitu saya diminta belanja ibu di toko. Karena ada dua sepeda hampir mirip tanpa melihat dulu langsung saya bawa pulang. Ketika saya menyadari jika sepeda yang saya bawa ternyata keliru dan menukarnya, di toko telah terjadi kegaduhan karena orang โ€“ orang mengira sepedanya hilang. Sejak saat itu saya amat malu ketika bertemu dengan orang yang punya sepeda. Setiap ketemu orangnya saya akan selalu mengingatnya meskipun tentu saja orang itu telah lupa. Gejala psikologis seperti saya ternyata banyak yang mengalaminya terutama untuk membedakan kanan dan kiri. Bahkan menurut sebuah riset yang melibatkan mahasiswa S1 sampai dengan S3 sekitar 25% mengalami hal yang sama. Terutama yang banyak mengalami adalah wanita dan orang yang lanjut usia. Meskipun ada yang mengatakn gejala tak bisa membedakan kanan dan kiri adalah gejala disleksia namun dari beberapa artikel yang saya baca untuk menyimpulkannya perlu pemeriksaan lebih lanjut.

6 thoughts on “Tentang Saya dan Sulitnya Membedakan Kanan Kiri”

  1. Kalau saya sulit mengingat jalan dan arah, walaupun itu jalan yang hampir tiap hari dilewati mba ..lebih suka kanan kiri ๐Ÿ˜€

    Reply
  2. senang baca artikel ini… banyak hal2 yg bermanfaat bisa saya ambil
    akhir2 ini mmg saya sering membaca artikel ttg disleksia yg punya ciri spt itu
    tapi banyak dlm hal menggunakan kosa kata dan mempraktekkannya
    saya pikir embak tdk masuk dalam kategori disleksia
    beruntung bisa menyadari, semoga mendapat info dan arahan yg tepat dari konsultan kesehatan ya mbak

    Reply
  3. aku juga perlu mikir klo harus jawab spontan kanan-kiri mba.. satu lagi aku tuh bingungan arah. klo bepergian gitu, pusing klo nanya trus jawabnya ke utara..ntar ke selatan…taunya depan, belakang, maju, mundur ๐Ÿ™‚

    test psikologi aku juga pasti klo bagian spasial, skornya jelek mba,, yang bnagun ruang, bayangin kubus itu..

    Reply

Leave a Comment