4 Resolusi Saya di Tahun 2017

Home » 4 Resolusi Saya di Tahun 2017

“Waktu terus berlalu, tanpa ku sadari yang ada hanya aku dan kenangan…Eits, kok jadi menyanyi ya, itu lagu ketika masih unyu- unyu bahkan sebelum saya pakai putih abu- abu dan lagi gandrung sama grup band Element. Lepas dari Element yang sekarang entah kemana dan dimana, tapi ada benarnya juga lho bait lagu Rahasia Hati itu. Termasuk juga tentang tahun 2016 yang tinggal menghitung hari telah tinggal kenangan. Patut jika sebelum akhir tahun nyookk komtemplasi diri dulu tentang pencapaian dan kegagalan yang dialami sepanjang tahun 2016. Dan jangan lupa sambut tahun baru dengan #Resolusiku2017 sehingga poin negatif 2016 tak terulangi dan ada target pencapaian tahun 2017 yang sebentar lagi datang.

Tak dipungkiri banyak cerita yang ditorehkan tahun 2016. Tahun ini menjadi saksi, kami telah bercerai mengakhiri masa suram menjadi kontraktor tempat tinggal. Butuh proses panjang yang disertai perut keroncongan memiliki rumah idaman. Setelah mengontrak 2,5 tahun dengan 2 kali pindah, selanjutnya 3 bulan tinggal dengan orang tua, terus 1 tahun numpang mbah, dan AKHIRNYA bisa memiliki rumah sendiri meski masih mengangsur. Tahun 2016 juga saya memutuskan membeli domain agar ngeblog makin serius dan berani ikut lomba, termasuk ikut #Hidayah-ArtFirstGiveaway ini. Untuk pertama kalinya juga merasakan manisnya rupiah dari aktifitas blogging dan buzzing. Tapi ada beberapa kemunduran yang saya alami, terutama dalam masalah ruhiyah sehingga di tahun mendatang ada perbaikan.

Okey lah demi niatan untuk kebaikan, agar  yang diinginkan tercapai di tahun mendatang maka harapan harus dituliskan. Salah satu cara saya dengan membuat #Resolusiku2107.

  • Membelikan Baby Wan buku ensiklopedi Nabi Muhammad khusus untuk anak. Alhamdulillah di usianya satu setengah tahun Baby Wan, telah menunjukkan antusiasnya terhadap buku. Bahkan apa yang dibacakan dari buku sering ditirukan secara sederhana, misalnya saja suara binatang sampai yang kami tak duga seperti membuang sampah ditempatnya karena setelah kami bacakan cerita. Di usia emasnya itu, kami ingin sekali memberikan bacaan yang tak hanya menghiburnya tapi juga bermanfaat dalam membentuk karakter serta mejadi role-modelnya. Sedini mungkin kami ingin mengenalkan Nabi Muhammad SAW sebagai idolanya. Meskipun kami telah mendongengkannya tentang Nabi Muhammad, tapi alangkah lebih menarik jika disertai buku yang menunjangnya. Dan paket lengkap Ensiklopedi nabi Muhammad untuk Anak lumayan mahal untuk kantong ukuran kami. Maka demi tercapai harapan itu biasanya saya menyisihkan sedikit penghasilan dari blog atau buzzer karena saya tak ingin membebani suami karena telah menanggung pos pengeluaran cicilan rumah dan kebutuhan rumah tangga. Semoga saja harapan kami untuk memiliki buku tersebut tercapai, terlebih di tahun 2017 ini.
  • Wisata ke Mazola (Maharani Zoo Lamongan). Bagaimanapun biar gak stress, piknik kudu dilaksanakan. Gak harus yang mahal, yang penting terdapat makna dan kebersamaan. Seperti salah satu resolusi saya ini : wisata ke Mazola. Mazola yang terletak di Lamongan dan saya di Tuban, sebenarnya sangatlah dekat karena memang tetangga kota. Namun Mazola luput dari list wisata kami, atau kami lebih memilih ke WBLnya tanpa mampir ke Mazola. Namun obsesi masa kecil saya kembali lagi gegara sering menunjukkan gambar binatang Baby Wan. Saya yang sedari kecil ingin ke Kebun Binatang Surabaya pada akhirnya terlaksana ke sana di usia 25 tahun. Namun hewan yang ingin saya lihat langsung yaitu jerapah malah tidak ketemu. Dan giliran sekarang saya ingin mencari Jerapah ke Mazola. Lebih dari itu, sekarang kami memiliki Baby Wan yang hobi menghapal nama binatang. Kami ingin juga memberi edukasi tentang binatang secara real untuk menstimulasi serta memberi liburan penuh kesan bagi Baby Wan.
  • Menyetrika Baju kerja Suami. Sebenarnya malu juga menuliskan #Resolusiku2017 yang satu ini yang menunjukkan saya “ pemalas”, tapi gimana lagi demi terlaksananya resolusi yang selama ini hanya tinggal tulisan indah tanpa pelaksanaan maka saya pun menuliskan (lagi). Jadi ceritanya, sejak kami tinggal di rumah sendiri dan Baby Wan mulai nglutus aktif saya jarang sekali menyetrika *tutupmuka. Kalaupun TERPAKSA menyetrika itupun karena pakaian lungset tak sedap dimata. Itupun dilakukan lima menit sebelum berangkat ke suatu acara dan dalam kondisi tergesa- gesa.  Selama ini untuk pakaian kerja suami memang tertolong dari bahan seragam yang tidak mudah kusut. Namun nurani serta keinginan untuk berbakti sering mengusik saya sebagai istri. Sehingga agar terlaksa, maka saya BERNIAT untuk mengurangi jatah tidur saya, dan bangun lebih pagi untuk menyetrika.
  • Hafal Juz 29. Tentunya ada harapan tentang apa yang kita lakukan bukan tentang kesenangan jasmaniah tapi charge keimanan/ ruhiah perlu sekali. Untuk #Resolusiku2017 ini saya fokuskan ingin mengahafal juz 29 Alquran secara tuntas. Walaupun agak malu juga karena di usia hampir kepala tiga masih berkutat di juz 29. Namun saya berprinsip bahwa tak ada batasan usia dalam melaksanakan kebaikan. Tentu perlu tekat yang kuat karena saya sadar, memori otak saya telah penuh dengan urusan brambang, bawang Lombok dan konco- koncone. Dan dengan membuat resolusi tentang juz 29 ini, saya berharap semakin bersahabat dengan alquran dan lebih sering mengkhatamkan alquran.

Namanya manusia, berkaki dan bertangan dua pasti banyak maunya*apa hubungannya?. Termasuk harapan tercapainya keinginan ditahun yang akan datang. Kalau mau menuliskan semua resolusi, banyak sekali yang belum terdaftar. Setidaknya ke empat resolusi diatas telah mewakili. Resolusi tentang bauh hati dengan membelikan buku tentang nabi, tentang bakti seorang istri, wisata yang membuat hepi dan yang terpenting poin ruhiyah sebagai abdi Ilahi.

Hidayah-Art First Giveaway “Resolusi Tahun 2017 Yang Paling Ingin Saya Wujudkan” 

12 thoughts on “4 Resolusi Saya di Tahun 2017”

  1. Amin ya Mbak, semoag tercapai semua.
    Terkhusus Menyeterika baju suami semoga langsung bisa action nih hehe, sukses ya Mbak 🙂

    Reply
  2. Seragam suami tak laundry, capek nyetrikanya.. haha, tapi kalau lagi rajin ya tak setrika sendiri, yang mana lebih sering malesnya timbang rajinnya, wkwk

    Aku udah pernah ke Goa Maharani waktu kuliah, mirip-mirip eco green park di Batu tapi lebih kecil. Anak-anak pasti suka liat binatang-binatang gitu.

    Semoga terwujud ya mbak resolusinya, 😀

    Reply
  3. Wah selamat mbak atas rumah barunya, menyicil juga tidak apa-apa atuh mbak daripada merampok. Hmm.. Akhir-akhir ini banyak orang yang meremehkan orang lain karena hanya mampu membeli rumah dengan mengangsur. Ya bagaimana lagi atuh ya? Bukannya itu lebih baik daripada seseorang yang cuma mengharap dapat warisan rumah. Warisan mah meuni ngeri ya nanti pertanggung jawabannya sama saudara-saudara yang lain. hehe duh kenapa meuni curhat di dieu ya.

    Semoga resolusinya tercapai ya Mbak Anis, kalau perlu alarm buat bangunin pagi calling me aja mbak. Bangunku jam 2 pagi kok (penyakit tua, kalau sudah bangun susah tidur lagi). hahahha

    Reply
  4. Santai aja mbak, kalo belum bisa nyetrika karena masih punya baby aktif ya. Semoga resolusinya terwujud, aamiin.

    Makasih udah ikutan GA aku ya, moga beruntung 🙂

    Reply

Leave a Comment