Cara Mudah Mengajari Anak Cepat Jalan

By | Maret 7, 2021
mengajari anak cepat jalan

Suatu kebahagian bisa menemani tumbuh kembang buah hati. Termasuk saat mengajari anak cepat jalan sampai pada akhirnya ia dapat berlari tanpa terjatuh. Kesemua itu perlu proses dan kesabaran dari orang tua untuk terus menemani dan menstimulasi anaknya

Moment yang tidak banyak orang tua lupakan tentang anaknya adalah saat pertama kalinya dapat berjalan. Bermula dari 2 langkah kaki, kemudian agak panjang hingga akhirnya dapat berjalan. Tidak heran jika banyak yang menginginkan sang anak berjalan dengan segera.

Namun yang banyak orang lupa, setiap anak unik dan dan memiliki karakter yang berbeda. Saat anak seusianya bisa berjalan, sementara sang anak belum juga, orang tua menjadi panik. Berbagai upaya pun dilakukan demi sang anak segera berjalan. Dari mulai mitos turun temurun hingga konsultasi pada medis.

Padahal seharusnya orang tua mengetahui penyebab keterlambatan berjalan sang anak. Dengan mengetahui penyebabnya lebih mudah dalam mengatasinya.

Penyebab Anak Terlambat Berjalan

1. Anak lahir secara prematur

Kelahiran prematur ternyata juga berpengaruh terhadap proses berjalan anak. Pada saat minggu terakhir kehamilan termasuk masa krusial. Pada saat itu merupakan masa penyempurnaan organ vital sang janin. Anak lahir prematur biasanya memiliki masalah dengan berat badan. Sehingga tidak heran, beberapa bayi prematur mengalami kesulitan saat belajar berjalan.

2. Saat mengasuh sering digendong

Setiap orang tua sangat bahagia atas kelahiran sang anak. Tidak jarang mereka memanjakannya dengan tersu menggendong. Padahal jika sering menggendongnya, membuat anak tidak bebas bergerak.

Anak akan sulit untuk berlatih belajar merangkak, duduk hingga berdiri jika sering di gendong. Padahal semua tahapan tersebut diperlukan agar anak dapat berjalan. Dengan mengurangi intensitas menggendong serta membiarkan bermain di lantai dengan pengawasan membuat anak bisa cepat berjalan

3. Adanya penyakit dan kelainan fisik yang dimiliki

Ketika anak memiliki penyakit atau kelainan tertentu bisa menghambatnya untuk belajar berjalan. Orang tua harus memahami kondisi yang berbeda tersebut serta jangan memaksa anak untuk berlatih berjalan

4. Adanya infeksi saat hamil

Masa kehamilan merupakan masa krusial bagi tumbuh kembang janin. Untuk itulah masa itu sang ibu harus menjaga kehamilan jangan sampai terinsfeksi bakteri atau virus yang menyebabkan sang bayi lahir memiliki dengan keterlambatan dalam berjalan.

5. Kekurangan asupan nutrisi

Anak yang tercukupi nutrisinya akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik. Begitu juga tumbuh kembangnya juga sangat berpengaruh pada asupan nutrisi anak. Termasuk saat sang anak belajar berjalan

6. Terbiasa dengan baby walker

Banyak orang tua beranggapan memberikan baby walker pada anak dapat mempercepat proses belajar berjalan. Padahal baby walker tidak dianjurkan untuk melatih anak berjalan. Anak lebih sulit untuk jalan sendiri karena sering mendapatkan bantuan baby walker. Begitu juga resiko cedera akibat jatuh dari baby walker juga berpeluang besar.

Cara mengajari anak cepat jalan

Sering kali orang tua panik saat sudah berusia satu tahun tapi sang anak belum dapat berjalan. Berbagai upaya banyak dilakukan dari melatihnya hingga membawa ke dokter. Padahal orang tua baru perlu memeriksakan sang anak ketika lebih dari 18 bulan namun belum menunjukkan tanda- tanda untuk berjalan.

Untuk mengatasi anak terlambat berjalan, Anda bisa mencoba hal berikut ini :

1. Memberikan mainan dorong

Pada usia dibawah 2 tahun anak cenderung suka dengan bermain dorong- dorong. Jangan heran jika ada rumah memiliki anak berantakan karena sang anak suka mendorong berbagai hal, termasuk galon, kursi dan meja.

Mainan dorong bisa menjadi stimulasi anak yang suka mendorong. Mainan dorong berbeda dengan Baby walker. Menggunakan baby walker anak merasa terkurung di dalam lingkaran. Anak tidak bisa turun saat sedang bosan.

Selain itu, adanya roda pada baby walker membuat anak berjalan tidak secara alami. Berbeda dengan mainan dorong. Anak dapat mendorong sekaligus belajar berjalan tanpa takut cedera.

2. Menaruh mainan jauh dari jangkauan anak-anak

Yang namanya anak- anak suka sekali bermain dan mainan. Mainan kesukaannya bisa kita gunakan untuk memancing sang anak bergerak. Caranya dengan meletakkan mainan agak jauh dari sang anak. Anak akan berusaha baik merangkak sehingga dapat menstimulasinya untuk jalan.

3. Tidak menggunakan alas kaki di dalam ruangan

Saat anak berada di dalam ruangan, sebaiknya segera melepas alas kaki. Tujuannya selain merangsang motoriknya juga menghindarkan anak dari terpereset karena licin.

Penutuh dan Kesimpulan

Mengajari anak cepat jalan memang butuh kesabaran. Menikmati setiap prosesnya serta menyadari bahwa setiap anak memiliki masanya sendiri untuk berjalan. Penyebab serta tips diatas bisa jadi referensi orang tua untuk menemani tumbuh kembang anak.

Author: Anis Khoir

Hai saya Anis Khoir Seorang blogger yang suka berbagai berbagai hal di blog. Untuk diskusi dan kerja sama silahkan hubungi email : achmianisa@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *