Peran Orang Tua dalam Mendorong Literasi Digital

By | Januari 12, 2021
literasi digital

Literasi digital sangat penting di jaman informasi seperti sekarang ini. Pemahaman yang baik akan membuat seseorang terbebas dari berita hoax yang tersebar.

Kata literasi sudah tidak asing lagi di telinga. Apalagi di jaman dimana arus informasi tidak bisa dibendung lagi. Berliterasi menjadi salah satu cara agar seseorang tidak ketinggalan jaman.

Sayangnya, banyak masih mengaitkan literasi hanya berkaitan dengan baca, tulis dan hitung saja. Sebenarnya makna literasi sangat luas. Literasi mencangkup beberapa kompetensi yang harus dimiliki seseorang dalam kehidupan sehari- hari

Pengertian Literasi Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti literasi adalah kemampuan dan ketrampilan individu dalam berbahasa yang meliputi membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari- hari.

Dari pengertian literasi diatas, bukan hanya tentang baca tulis. Lebih luas lagi bagaimana seseorang mampu memecahkan masalah dalam kaitan berbahasa.

Jenis- jenis Literasi

Literasi dasar yang merupakan kemampuan membaca dan menulis dalam perkembangannya meningkat menjadi beberapa jenis literasi. Mengacu pada konsep literasi dasar yang digunakan Kemendikbud dalam gerakan literasi nasional, maka jenis- jenis literasi sebagai berikut :

• Literasi baca dan tulis

Literasi baca dan tulis adalah kemampuan dalam membaca, menulis, mencari dan menelusuri berbagai informasi serta menganalisa, menanggapi menggunakan teks tertulis untuk mencapai berbagai tujuan.

• Literasi numerisasi

Sedangkan literasi numerisasi merupakan kemampuan untuk menganalisa informasi dalam berbagai bentuk seperti grafik, tabel dan bagan yang berfungsi membantu dalam pengambilan keputusan

• Literasi sains

Literasi sains diartikan sebagai kecakapan secara ilmiah dalam mengindentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru serta menjelaskan fenomena ilmu dan kemudian mengambil kesimpulan..

• Literasi digital

Untuk literasi digital diartikan sebagai kemampuan serta kecakapan menggunakan media digital, alat- alat komunikasi dalam menemukan serta mengevaluasi berbagai informasi serta memanfaatkan secara bijak dalam rangka membina interaksi dalam kehidupan sehari- hari.

• Literasi finansial

Literasi finansial memiliki arti kemampuan serta kecakapan dalam memahami konsep dan resiko serta ketrampilan yang efektif dalam konteks finansial dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteran finansial baik pribadi maupun masyarakat luas.

• Literasi budaya dan kewargaan

Untuk terakhir tentang literasi budaya berarti kemampuan serta kecakapan dalam memahami serta bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sedangkan literasi kewargaan adalah kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai waarga negara.

Pentingnya literasi Digital di Masa Sekarang

Di jaman informasi seperti sekarang ini, sudah seharusnya kemampuan dalam literasi digital dimiliki semua orang. Semakin meningkatnya pengguna internet tiap tahunnya membuktikan kebutuhan akan informasi bukan lagi sebagai gaya hidup. Namun merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar tetap bertahan.

Tidak mengherankan jika paparan internet tidak hanya pada orang dewasa. Tetapi anak pra sekolah hingga remajapun sudah akrab dengan paparan internet.

Apalagi sejak pandemi melanda negeri ini. Pembelajaran dan aktivitas lainnya lebih banyak dilakukan daring dari pada tatap muka. Dampaknya anak- anak semakin akrab dengan internet dan berbagai aplikasi yang menyertainya.

Dari data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyimpulkan pengguna internet terbesar pada rentang usia 15- 19 tahun. Melihat data tersebut, usia terbesar pengakses internet masih dalam usia remaja.

Pada usia yang terbilang remaja tersebut, kemampuan berpikir masih tahap pencarian. Mereka masih membandingkan nilai yang berlaku dengan teman sebayanya. Masih sulit menyaring kebenaran suatu informasi yang diterimanya terutama melalui internet.

Melihat realita tersebut, penting sekali memberikan edukasi sedini mungkin tentang pentingnya literasi digital. Tugas memberikan pelajaran serta mengasah kemampuan literasi digital jadi tanggung jawab bersama. Orang tua, guru, sekolah serta masyarakat luas harus dilibatkan dalam upaya menjaga generasi selanjutnya.

Kemampuan Dasar Dalam Literasi Digital

Ada beberapa kemampuan dasar yang harus diasah dalam literasi digital antara lain :

  •  Karakter : melalui literasi digital seseorang mengasah ketahanan, ketekunan, kepercayaan diri sehingga terdorong untuk terus belajar
  •  Kreativitas : akan muncul ketika seseorang mampu menimbang dan menangkap setiap kesempatan yang muncul dari platform online
  • Kooperasi : kemampuan ini akan terlihat bagaimana ia bekerja sama dengan orang lain dan bekerja secara teamwork
  • Berpikir kritis : Orang akan menerapkan logika dari informasi yang didapatkannya. Dari situ ia dapat berpikir kritis terhadap segala permasalahan serta informasi yang ditemuinya. Selanjutnya seseorang akan menerapkan informasi yang relevan secara tepat
  • Komunikasi : Seseorang akan mampu berkomunikasi lebih baik dengan berbagai orang yang memiliki latar belakang yang berbeda. Caranya ia akan menggunakan berbagai alat serta cara yang berbeda agar dapat berkomunikasi lebih efektif
  • Kewarganegaraan :Seseorang akan memiliki sebuah nilai jika melihat permasalahan secara holistik. Dia akan mampu memberikan solusi berbagai permasalahan yang komplek di masyarakat.

Peranan Orang Tua Dalam Edukasi Literasi Digital

Sebagai orang tua sekaligus seorang blogger, teknologi dan internet tidak bisa lepas dalam kehidupan saya. Untuk dapat mempublikasikan karya, saya membutuhkan internet. Belum lagi harus aktif di beberapa media sosial sebagai pendukung profesi.

Di sisi lain, saya juga ingin menghadirkan konten positif. Informasi yang ada pada konten mudah dipahami serta bersifat objektif sehingga dapat diterima oleh pembaca.

Beruntung sekali saya menjadi salah satu dari 40 peserta di kelas Kelas Growthing Blogger. Untuk materi pertama tentang mahir menulis dan editing blogpost. Materi yang disampaikan oleh Mbak Gemaulani ini mengupas habis bagaimana menulis sesuai dengan kaidah bahasa yang benar.

Apalagi sekarang ini banyak sekali bertebaran informasi serta berita hoax dimana- mana. Darurat membaca di Indonesia menjadi faktor terbesar dengan mudah hoax tersebar.

Selama pandemi ini, kegiatan belajar dilakukan secara daring. Meskipun guru tetap mengontrol pengajaran, namun peranan orang tua yang besar dalam kesuksesan belajar. Tidak terkecuali dengan pembelajaran literasi digital.

Orang tua sebagai orang terdekat bagi sang anak harus mampu memberikan edukasi dengan baik. Untuk itu sebagai orang tua ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengajarkan literasi digital yaitu :

  1. Pengenalan
    Pada tahap ini sebagai orang tua, saya dapat mengenalkan berbagai perangkat komputer serta penggunaannya dengan benar. Diharapkan anak nantinya tidak salah dalam penggunaan internet serta dapat memanfaatkan untuk edukasi, berkreasi dan mendapatkan pengetahuan
  2. Penerapan
    Orang tua dapat menjelaskan cara penggunaan beberapa aplikasi yang ada pada komputer dan internet. Anak dapat mengaplikasikan dengan benar serta mendapatkan pemantauan dari orang tua
  3. Penanaman
    Teknologi yang diketahui anak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari- harinya serta mendukung dalam beraktivitas
  4. Perubahan
    Teknologi yang dikuasai oleh seseorang mampu membawa perubahan positif. Misalnya saja seseorang jadi dapat berkreasi, menemukan passion bahkan mendapatkan penghasilan dari teknologi yang dikuasainya.

Selain itu sebagai orang tua sekaligus blogger jangan sampai ikut menyebarkan berita hoax. Caranya dapat kroscek berlapis. Salah satunya dengan melihat kebenaran informasi di situs- situs mainstream.

Tentunya untuk edukasi tentang literasi digital pada anak disesuaikan dengan usianya. Jangan sampai cara yang salah malah akan membuat anak salah langkah dalam memahaminya.

Setiap orang pasti punya cara tersendiri untuk mengajarkan literasi digital untuk sang anak. Yuk, teman share kiat serta pengalaman teman- teman dalam mengajarkan literasi digital.

Author: Anis Khoir

Hai saya Anis Khoir Seorang blogger yang suka berbagai berbagai hal di blog. Untuk diskusi dan kerja sama silahkan hubungi email : achmianisa@gmail.com

43 thoughts on “Peran Orang Tua dalam Mendorong Literasi Digital

  1. Rahayu

    Iya, Indonesia nih darurat literasi digital. Sayangnya masih banyak juga orang tua yang malas untuk belajar paham, sembunyi dibalik kata “aku kan gaptek”

    Kalau caraku ke Hana, dari dulu aku punya prinsip kalau aku ga paham aku ga akan kasih. Trus suka sering ngajak ngobrol juga kenapa dia ga sebebas teman-temannya, kasih bukti plus minusnya. Harapanku doi tahu batas sih, bisa stop saat memang harus stop.

    Reply
  2. Alfa Kurnia

    Peran orang tua memang besar banget untuk menumbuhkan literasi digital pada anak. Daripada melarang mereka menggunakan gawai, lebih bijaksana kalau kita bantu mereka memanfaatkan teknologi ini dengan baik ya, Mbak.

    Reply
  3. Sulis

    Aku tu sering gemes klo di grup ibu2 yang usianya lebih tua (grup RT contohnya). Sering banget asal share info yang ga jelas sumbernya.. apa itu indikasi kemampuan literasi digital mereka kurang ya mba?

    Reply
  4. Hasyimatul Ariyanti

    Bagus banget artikel nya..saya jadi tau harus bagaimana tahap” mengenalkan literasi kepada anak-anak saya..terimakasih yah mbak..semoga semakin sukses..aamiin..

    Reply
  5. Yurmawita

    Membiasakan diri dengan budaya literasi di rumah memang harus dimulai dari orang tua ya, supaya anak anak menjadi terbiasa

    Reply
  6. Novarina DW

    Mengenalkan literasi digital pada anak, memang penting. Orangtua tetap menjadi filter pertama bagi anak. Tetap bijak dalam berliterasi digital ya ^^

    Reply
  7. Jihan

    Nah iyaa parah banget kalau sampai ada blogger yang ngga suka baca, ngga suka nulis, literasi rendah. Duhhh

    Reply
  8. Andhika Nur Afian

    Peran edukasi literasi sejak dini sangat penting untuk memberikan pemahaman terkait teknologi informasi yang sekarang sangat mudah di akses dalam sebuah genggaman. Hal ini menjadikan orang tua harus mempunyai kontrol terhadap anaknya. Agar mendapatkan hal positif dari kemajuan teknologi.

    Reply
  9. diane

    Cucok nih..emang ortu perannya penting banget mengenalkan literasi digital ke anak2..dan macamnya banyak juga ya…Jadi ortu pun harus belajar juga nih

    Reply
  10. Arif Punakawan

    Anak jaman sekarang lebih paham tentang dunia digital ketimbang orang tuanya sih. Tpi untuk bisa diarahkan ke literasi digital, tetep butuh arahan dari orang tuanya.

    Reply
  11. syaif

    maka selayaknya orang tua jaman skrg, termasuk para calon orang tua menyiapkan diri dari sekarang..
    literasi digital menjanjikan informasi yang kadang kebenarannya dipertanyakan

    Reply
  12. Yoha

    Bener, level literasi dalam konteks memahami teks, mungkin kita masih rendah dibanding negara tetangga. Pr buat kita semua..

    Reply
  13. Wahyum

    Bagus banget artikelnya,terima kasih za artikelnya sangat membantu sekali bisa mnambah pengetahuan saya tentang banyak hal, apa lagi dizaman sekarang orang tua dituntut untuk cerdas dalam segala hal dan artikel ini bener-bener sangat mutu sekali.

    Reply
  14. Fakhruddin

    Literasi merupakan standard bagi zaman seperti saat ini. Dengan literasi, masyarakat bisa terhindar dari hoaks atau miss informasi.

    Reply
  15. Dian

    benar sekali mbak, orang tua berperan penting dlm menanamkan literasi digital
    klo aku selama ini selalu dampingi anak saar akses gadget sbg cara menanamkan literasi digital

    Reply
  16. Silviana

    Literasi emang penting banget sih di zaman sekarang.. Ayo kita ambil bagian untuk meningkatkan literasi digital anak² dan masyarakat Indonesia

    Reply
  17. Nining

    Literasi digital … sepertinya related banget dengan anak generasi Alpha ya, Mbak. Karena itu kita sebagai orang tua harus melek pengetahuan. Apalagi literasi digital, nggak ada namanya aku kan gaptek. Mau di bawa ke mana generasi selanjutnya kalau generasi sebelumnya mengatasnamakan gaptek *imho*

    Reply
  18. Muthea

    Orang tua jaman now emang dituntut serba bisa ya, termasuk mengajarkan literasi digital kepada anaknya

    Reply
  19. Rahman

    Pemahaman saya selama ini literasi itu tentang baca dan tulis, ternyata salah ya. Mencerahkan tulisannya sebagai orang tua seperti saya

    Reply
  20. Reyne Raea

    Membiasakan anak untuk melek literasi itu penting ya, biarpun era gadget melanda, tapi saya coba cari cara biar anak-anak main gadget bukan sekadar ngegame, ngetiktok atau nonton kartun, tapi juga bisa baca buku dari gadget 😀

    PR banget juga dalam mencontohkan kepada anak, sebagai contoh yang baik buat anak 🙂

    Reply
  21. Fathnan

    Mantap Orangtua panutan. Bisa dituru nih kalau saya punya anak wkwkwk.

    Reply
  22. nurulrahma

    Yappp, Masih banyak yang perlu dipelajari mengenai literasi digital.
    Para ortu juga harus berperan aktif untuk mendidik anak, termasuk dalam hal literasi digital

    Semangattt buat kita semuaaa!

    Reply
  23. Rani R Tyas

    Para ABG sih biasanya yang (maaf) suka ngeshare info hoaks. Ng.. Maksudku angkatan babe gue.
    Tapi sekarang sedikit demi sedikit, beliau-beliau udah melek literasi digital. Semoga aja gitu terus

    Reply
  24. Santi suhermina

    Peran orang tua di masa pandemi harus ekstra nih. Karena mau tidak mau anak2 lebih sering terpapar dunia maya. Sebagai orang tua kita harus bisa melek literasi digital karna efeknya tentu tidak bisa disepeleken.

    Reply
  25. Maria G

    bagus sekali tulisannya,
    Bagaimana mendidik anak agar menguasai literasi digital sejak dini
    Jangan sampai kebablasan, karena kalau udah dewasa, bakal susah
    Banyak kasus remaja diciduk polisi gara gara nggak paham literasi digital

    Reply
  26. Akarui Cha

    Orang tua sekaligus blogger jangan sampai menyebarkan berita hoax. Nah ini, iya banget. Di antara minat baca masyarakat Indonesia yang katanya rendah dan mengandalkan google banget, saatnya blogger mengambil posisi sebagai penyaring informasi.

    Reply
  27. Rafahlevi

    Literasi bukan sekedar membaca atau menulis. Tapi juga mengolah, bersikap dan menyampaikan. Aku sepakat bahwa literasi itu mesti dikenalkan sejak dini dan dari ruang lingkup yang paling dekat yakni keluarga

    Reply
  28. Husnul

    Iya Mbak.. bahasa yang kita gunakan sama mereka harus enteng tapi bisa dipahami sama mereka. Kayak kemaren aku ngasih tau anakku pas dia tanya tiktok itu apaan, kubilang aja itu aplikasi buat orang dewasa. Soalnya emang banyak sih anak anak yang udah jadi raja tiktok.

    Reply
  29. Aky

    Sebagai anak muda.. sepertinya berpikir kritis benar-bensr harus dilakukan, mengingat banyaknya berita berita yang melenceng dari kebenaran. Karena saya juga seorang blogger, mungkin salah satunya menulis dan belajar SEO adalah cara saya ikut berpartisipasi dalam literasi digital ini.

    Reply
  30. Dyah ummu AuRa

    Kalau dulu tahunya literasi cuma baca tulis doank tapi sekarang literasi itu ada banyak ya kak. Termasuk salah satunya literasi digital. Nah, ini penting banget nih. Pengen orang-orang bisa melek literasi agar gak asal ngeshare berita HOAX.

    Reply
  31. gina

    klo saya sih, sbgai ortu dengan terlebih dahulu mnyaring kebutuhan anak akan informasi tuh yg speerti apa. Cmn anak saya masih umur 8 thn masih senang main game hihihi

    Reply
  32. Meykke Santoso

    sebagai orang tua kita memang harus melakukn pendampingan saat anak berselancar di dunia maya plus dikasih tau mana yang boleh dan ga boleh dilakukan ya Mba. Literasi digital harus ditanamkan sedari dini

    Reply
  33. Mutia Ramadhani

    Orang tua benar-benar benteng pertama anak. Literasi digital artinya anak juga terhubung dengan aneka gawai (gadget). Mereka akan menyerap lebih banyak informasi, jauh lebih banyak dari tontonan TV biasa. YouTube, Games, dan aplikasi lainnya, itu juga media yang bagai pisau bermata dua. Bisa jadi positif buat anak, nah kalo berlebihan bisa menjadi negatif juga.

    Reply
  34. Damar Aisyah

    Nah, ini, PR banget buat orangtua zaman now. Saya pribadi masih belajar bagaimana cara menumbuhkan literasi digital pada anak-anak saya. Saya biasa mendampingi, dan mengomunikasikan pada anak-anak mengenai konten yang pantas dan tidak pantas, atau konten yang bermanfaat dan hanya buang-buang data.

    Reply
  35. Shyntako

    Literasi digital tuh penting apalagi generasi anak kita tuh familiar banget sama gadget kan, jadi memang harus diajarin sedini mungkin, apa yang boleh dan gak boleh, dan aku selalu ajarin untuk selalu tanya ke Bunda dulu boleh atau tidak kalo mau download game or klik link

    Reply
  36. Annie Nugraha

    Membiasakan anak membaca banyak sumber dan berpikir kritis, inshaAllah bisa menjadikan anak yang bertanggungjawab di dunia literasi digital.

    Untuk anak-anak yang belum baligh, hal ini masih jadi tanggungjawab orang tua. Jadi mau tidak mau orang tua harus ikut memperhatikan dan menyortir semua informasi yang didapatkan anak.

    Reply
  37. Fenni Bungsu

    Literasi perlu ditunjang dan disosialisasikan selalu agar bisa lebih meningkat apalagi bila disertai ilustrasi gambar berupa Infografis sehingga makin memikat

    Reply
  38. Meykke Santoso

    krscek berlapis itu memang penting banget ya Mba. Bahkan kalau aku kurang yakin pun yang ada nggak jadi aku share daripada nanti salah share atau jadi salah satu penyebar hoax. Jadi kita pun juga harus jadi role model untuk anak kita

    Reply
  39. Nita Juwithafina

    Ini ada langkah2nya, bisa aku terapkan dalam pengenalan litersi digital ke anak aku nih 🙂 supaya aku ga salah langkah malah jadi bumerang

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *