Kalkutor Masa Subur dan Fakta Menariknya

By | Januari 20, 2021
kalkulator masa subur

Salah satu cara untuk menghitung kapan terjadinya ovulasi adalah kalkulator masa subur online. Dengan menggunakan cara ini, ibu harus mencatat siklud haid. Seperti yang dikutip dalam laman Stanford Chilren’s Health diungkapkan bahwa seorang wanita bisa hamil (subur) hanya pada waktu tertentu saja dari siklus haidnya.

Masa subur terjadi sebelum dan selama ovulasi. Dengan mengetahui waktu ovulasi, ibu bisa memprediksi kapan terjadinya masa subur.

Beberapa alat memang bisa menghitung perkiraan waktu ovulasi dan masa subur pada wanita dengan siklus haid teratur. Tetapi kebanyakannya sulit menentukan pada wanita dengan siklus haid yang tidak teratur.

Penulis buku “The Doula Advantage”, Rachel Gurevich mengatakan bahwa, kalender atau kalkulator ovulasi adalah alat daring. Alat tersebut membantu wanita untuk mengetahui masa suburnya.

Wanita juga bisa memanfaatkan alat ini untuk mengatur waktu berhubungan seksual selama kehamilan sehingga kesehatan kandungan terjaga. Gurevich berkata, “Kalkulator mungkin tidak selalu 100 persen akurat, metode lain untuk mendeteksi ovulasi dan masa subur jauh lebih baik. Tetapi ada kalanya cara ini dapat membantu.”

Fakta Tentang Kalkulator Masa Subur Yang Perlu Diketahui

Untuk lebih jelasnya, berikut dibawah ini 3 fakta menarik tentang kalkulator masa subur yang perlu diketahui, diantaranya :

1. Cara Kerja Kalkulator Ovulasi

Cara kerja kalkulator ovulasi yang paling dasar adalah menanyakan tanggal hari pertama haid terakhir dan panjang rata rata siklus haid. Jika ibu tidak tahu, sebagian besar kalkulator akan menyarankan ibu untuk menulis atau memilih dalam 28 hari.

Ini dianggap sebagai waktu rata rata, pasalnya siklus haid normal biasanya berkisar 21 hingga 35 hari. Setelah itu, kalkulator masa subur online biasanya akan mengamsusikan fase luteal selama 14 hari. Fase luteal ini merupakan waktu antara ovulasi dan hari pertama haid.

Kemudian, berdasarkan informasi ini, kalkulator ovulasi online akan membuat asumsi hari paling mungkin subur dan mungkin mengalami ovulasi. Jika kalkulator menunjukkan bahwa siklus rata rata adalah 35 hari, dan rata rata fase luteal adalah 15 hari, maka kemungkinannya masa subur ada di hari 17, 18, 19, dan 20 dari sikluis haid. Ini mengetahui waktu masa subur dengan cara menghitung mundur 15 hari dari hari ke-35 siklus haid.

2. Keakuratan Kalkulator Ovulasi

Jika ibu ingin mengetahui masa subur yang sedikit lebih akurat tidak perlu datang ke dokter kandungan online. Anda dapat menggunakan aplikasi kesuburan atau ovulasi pada ponsel. Beberapa aplikasi kalkulator kesuburan akan meminta suhu tubuh basal serta tanda tanda subur lainnya yang lebih akurat. Biasanya aplikasi ini bisa memperhitungkan panjang siklus rata rata selama berbulan bulan. Lalu, akan memberi tahu kemungkinan kapan terjadinya masa subur dari ponsel.

3. Fungsi Kalkulator Ovulasi Online

Beberapa wanita mencoba menggunakan kalkulator ovulasi sebagai alat KB alami. Biasanya mereka akan mencari prediksi masa subur, mereka akan menghindari berhubungan seksual saat kalkulator mengatakan mereka dalam masa subur.

Meski begitu, ibu jangan terlalu mengandalkan cara ini jika tidak ingin hamil. Kalkulator ovulasi ini hanya menggunakan tanggal saja, tidak bisa memberi tahu dengan pasti kapan wanita tidak subur.

Kalkulator masa subur online ini bisa memahami bagaimana tubuh ibu bekerja, terutama untuk menjadi sehat. Cara ini cukup penting tidak hanya untuk mengetahui masa subur untuk hamil atau tidak hamil selain menggunakan alat tes kehamilan. Tetapi juga berguna saat ibu ingin memeriksa gejala gejala masa subur seperti bercak ringan, nyeri payudara, kram ringan, kembung perut, atau meningkatnya dorongan seksual.

Author: Anis Khoir

Hai saya Anis Khoir Seorang blogger yang suka berbagai berbagai hal di blog. Untuk diskusi dan kerja sama silahkan hubungi email : achmianisa@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *