Gejala Darah Rendah Yang Perlu Anda Tahu

  • Whatsapp
gejala darah rendah

Gejala darah rendah sering diabaikan begitu saja. Darah rendah memang tidak sepopuler dengan darah tinggi. Darah rendah memang tidak sepopuler dengan darah tinggi. Keberadaannya sering diabaikan seseorang yang mengalaminya. Padahal keduanya sama- sama memiliki resiko besar. Yuk simak ulasan berikut ini

Apa Itu Darah Rendah?

Orang sering menyamakan antara darah rendah dan kurang darah. Meskipun keduanya memiliki gejala yang hampir sama. Namun nyatanya keduanya sesungguhnya berbeda.

Darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi dimana tekanan darah di dalam arteri kurang dari 90/60 mmHg. Tekanan darah tersebut lebih rendah dari tekanan darah normal. Karena tekanan rendah tentu membuat aliran darah ke otak menjadi berkurang.

Sedangkan untuk kurang darah merupakan kondisi darah kekurangan sel darah merah. Baik darah rendah atau kurang darah sering beresiko terhadap wanita. Terutama yang sedang dalam posisi hamil dan menyusui.

Gejala seseorang mengalami tekanan darah rendah

Apabila Anda mengalami ciri- ciri sebagai berikut sebaiknya Anda segera memeriksakan diri. Bisa saja Anda sedang gejala memiliki darah rendah yaitu :

Pusing.

Darah yang dibawa ke otak mengalami penurunan akibat tekanan yang rendah. Akibatnya Anda akan mengalami pusing atau yang biasanya dinamakan ortostatik.

Mata berkunang- kunang

Kondisi tubuh yang tidak seimbang seperti duduk terlalu lama membuat darah tidak mengalir lancar. Akibatnya aliran darah ke mata pun berkurang dan menyebabkan mata kabur/ berkunang- kunang.

Badan letih dan lesu

Otak sebagai pusat perintah dalam tubuh penting sekali memiliki suplai darah yang cukup. Jika tidak terpenuhi, bukan saja mata yang berkunang- kunang atau pusing. Namun badanpun kena imbasnya menjadi letih, lemas dan lesu.

Terasa mual

Persebaran energi yang ada dalam tubuh terhambat akibat tekanan darah yang rendah. Akibanya tubuh kekurangan energi menjadikannya mual dan ingin muntah

Penyebab Darah Rendah

Penyebab hipotensi bermacam- macam berbeda satu orang dengan lainnya. Jika Anda sedang mengalaminya bisa menganalisa kira- kira mana penyebabnya. Sehingga dapat melakukan upaya preventif yang membuat tekanan darah tidak datang lagi

  • Kondisi Cuaca. Cuaca yang ekstrim terutama lebih panas akan mempengaruhi kondisi tubuh. Keadaan panas bisa menyebabkan tekanan darah menjadi turun. Anda yang memiliki riwayat darah rendah bisa mengantisipasi dengan membuat diri sendiri rileks saat cuaca sedang panas
  • Anemia. Rendahnya kandungan sel darah merah pada darah bisa menyebabkan menurunnya tekanan darah. Untuk mengantisipasinya bisa dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan vitamin tentunya.
  • Dehidrasi. Cairan dalam tubuh juga mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh. Saat terjadi dehidrasi tekanan darah cenderung akan turun sehingga membuat badan lemas.
  • Penyakit jantung. Jantung memiliki pengaruh yang besar terhadap tekanan darah. Ritme jantung yang berubah membuat tekanan darah menjadi rendah.
  • Pendarahan. Saat kondisi tubuh kehilangan banyak darah akibat pendarahan membuat tubuh kekurangan pasokan darah yang beredar ke seluruh tubuh. Akibatnya tekanan darahpun menjadi turun.

Bahaya Darah Rendah

Darah rendah jika dibiarkan sangat berbahaya bahkan dapat mengancam nyawa. Salah satu yang sering dialami oleh penderita darah rendah yaitu tiba- tiba pingsan. Ada juga penderita darah rendah juga alergi terhadap beberapa obat. Jika tanpa tahu memberikannya bisa pingsan mendadak bahkan bisa juga berakhir pada kematian.

Cara mengatasi darah rendah

Darah rendah harus segera mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut yang bisa Anda lakukan ketika mengalami darah rendah, yaitu :

  1. Makan makanan yang mengandung garam
  2. Atur posisi tubuh yang seimbang sehingga berat badan tidak hanya tertumpu pada satu titik.
  3. Mengambil posisi tidur agar tinggi dengan menggunakan banyak bantal.
  4. Memperbanyak minum khususnya air mineral

Jadi ulasan mengenai darah rendah semoga saja bisa membantu Anda yang sedang membutuhkan. Karena bagaimanapun mencegah lebih baik dari pada mengobati.

0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *