Waspadai 5 Ujian Jelang Pernikahan Berikut Yang Sering Muncul

Ujian pernikahan

Waspadai 5 Ujian Jelang Pernikahan Berikut Yang Sering Muncul. Biasanya jelang pernikahan ada saja ujiannya. Mulai dari keraguan hingga masalah finansial. Namun semua itu jangan sampai menjadikan gagal hingga menuju hari H ya

Pernikahan ibarat sandal yang dipakai untuk berjalan. Tidak memiliki kesamaan tetapi berjalan beriringan ((anis khoir)

Moment pernikahan sesuatu yang istimewa bagi seseorang. Moment yang diharapkan sekali seumur hidup itu membuat rasa campur aduk jelang hari berlangsungnya. Ada perasaan senang, ragu bahkan kadang malah sedih. Memang yang namanya masalah terus ada dalam hidup. Apalagi menapaki satu fase penting dalam hidup bernama pernikahan. Tidak mengheran jika ujian jelang pernikahan pun akan menyertainya.

Memang perkataan itu tidak semudah melaksanakan. Seperti pernikahan itu sendiri. Ada yang sudah lama merencanakan namun harus gagal menjelang hari H. Atau ada pula yang hanya bertemu hitungan minggu lancar sampai akad nikah dilaksanakan . Ada lagi yang hanya menikah 12 hari kemudian karena suatu hal akhirnya pisah ranjang. Biasanya ujian jelang pernikahan muncul yang membuat calon mempelai mengalami stress. Agar siap menghadapi serta meminimalisir kegagalan, maka berikut ini ujian jelang pernikahan yang bisa diantisipasi.

1. Mantan pacar / tunangan 

Hampir semuanya memiliki yang namanya mantan. Misalkan cinta monyet atau mantan pacar yang telah menjalin lama hubungan pada akhirnya harus kandas karena suatu hal. Bagi yang putus karena sama-sama merasa tidak nyaman sih okey saja. Lain ceritanya jika masih sama-sama cinta namun berpisah. Rasa yang belum tuntas dan masih ada bisa menimbulkan masalah dimasa depan. Biasanya ujian jelang pernikahan ada saja. Misalkan saja tiba-tiba sang mantan muncul dengan berbagai harapan yang dulu belum tersampaikan. Duh, kalau udah gitu pasti membuat ragu kan mau melangkah ke pelaminan.

Kalau boleh mengatakan sebenarnya itu hanya ujian jelang pernikahan saja kok. Tetap yakin dengan calon mempelai / pasangan. Karena calon yang akan mendampingi di hari pernikahan setidaknya telah melewati berbagai ujian. Dia berani meminta keseriusan pada orang tua untuk menjadikan pasangan. Jadi jangan ragu untuk menikah ya. Anggap saja, mantan terindah anggap saja sebagai angin lalu. Lewat sebentar di depan mata, kemudian menghilang entah kemana.

2. Keuangan 

Pernikahan sejatinya tidak mahal. Apalagi yang beraga Islam pernikahan sudah sah secara agama dengan hanya ucapan akad nikah yang di depan wali dan saksi. Kemudian untuk mendapatkan pengakuan dalam hukum negara dengan mendaftarkan ke KUA. Untuk sekedar mengurus akta nikah serta admistrasinya hanya membutuhkan beberapa ratus ribu saja. Bisa dikatakan sangat murah.

Masalah keuangan

Namun lain ceritanya ketika harus mengadakan acara pengantar sebelum pernikahan. Dari mulai lamaran, tasyakuran, resepsi, ngunduk mantu, selapanan dan lainnya. Jika menirukan seperti artis ibu kota, biaya milyaran pun tidak akan cukup. Masalah keuangan ini kemudian menjadi ujian jelang pernikahan yang harus dihadapi.

Itulah mengapa, keuangan menjadi sangat rawan menjelang pernikahan. Apalagi ada pihak tertentu yang menginginkan pernikahan yang standarnya melampui batas kemampuan. Sehingga keuangan harus dibicarakan bersama dengan pasangan serta keluarga besar. Misalnya saja berapa anggaran pernikahan, undangan pernikahan yang hadir hingga hidangan selama acara berlangsung. Kedepannya diharapkan dengan begitu tidak jadi batu sandungan sampai hari H bahkan setelah acara pernikahan.

3. Ragu pada pasangan 

Pernah meragukan pasangan kita? Sesuatu yang normal dan banyak yang mengalaminya. Terlebih jika telah mengenal lama tentu sudah tahu baik buruknya. Yang jadi masalah ketika saat harus melangkah ke jenjang keseriusan yaitu pernikahan. Jika tidak dimantapkan untuk menerima pasangan sepaket baik buruknya, bisa jadi ujian jelang penikahan yang membahayakan lho.

Ragu pada pasangan

Semua berharap pernikahan hanya sekali seumur hidup. Sehingga menginginkan pasangan yang terbaik. Sanggup menemani dalam suka dan duka sepanjang usia.Tidak salah memang. Namun yang perlu diperhatikan, jangan sampai kekurangan pasangan yang ditemui menjadikan ragu. Apalagi jadi ujian jelang pernikahan yang sangat krusial. Untuk itulah, ketika ragu pada calon mempelai maka kaca dulu diri kita. Apa kekuarangan yang dimiliki serta kebaikan pasangan yang telah menerima kekuranganmu sejauh ini. Dengan membuka mata serta hati, saya yakin calon mempelai tersebut memang terbaik untuk menjadi pasangan hidup kita.

4. Orang tua berbeda pendapat 

Di Indonesia acara pernikahan di sertai dengan upacara adat yang cukup rumit. Di Jawa contohnya dari mulai penentuan calon sudah menggunakan hitungan hari. Yaitu weton kedua pasangan yang dihitung dengan rumus tertentu. Jika menemui angka tertentu tidak boleh melakukan pernikahan. Belum lagi acara lamaran hingga hari H pernikahan banyak ritual serta adat istiadat yang harus dipatuhi. Biasanya bagi yang memegang tradisi, segala ritual tersebut dilaksanakan. Tapi yang sudah tidak menggunakannya kadang hanya formalitas saja. Biasanya pada acara adat inilah orang tua banyak yang berbeda pendapat baik dengan anaknya atau besannya. Jika perbedaan pendapat terjadi, sebaiknya di cari jalan tengah yang terbaik. Anggap semua perbedaan pendapat tersebut sebagai ujian jelang pernikahan yang harus dilalui.

5. Tidak percaya diri. 

Pernikahan adalah gerbang menuju hidup baru dan tanggung jawab baru. Awalnya seorang laki-laki bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Namun setelah ijab qobul, ia menjadi suami sekaligus kepala keluarga bagi keluarga kecilnya. Begitupun dengan wanita. Ia menjadi istri dan harus menjalankan tugas rumah tangganya.

Pernikahan adalah gerbang menuju hidup baru dan tanggung jawab baru.

Dalam rumah tangga pasti ada masalah. Adakalanya masalah begitu besar sehingga menghempaskan biduk rumah tangga. Pada sebagian orang, apalagi detik- detik menuju pernikahan melihat fenomena perceraian sangat menakutkan. Sehingga muncullah ketidakpercayaan diri apakah mampu nanti menjalani.

Ketika perasaan tidak percaya diri muncul, cepat- cepat hilangkan. Yakinkan diri sanggup menjalankan dengan banyak diskusi dengan orang yang sudah berpengalaman dan yang kita percaya. Yakinlah, tidak percaya diri hanya ujian jelang pernikahan saja.

Menjalani pernikahan memang sesuatu yang tidak mudah tapi disitulah seni dan nikmatnya. Yang jadi catatan ketika menuju pernikahan, siapkan betul niat serta psikologisnya. Banyak wanita yang mengalami Cinderella complex. Mereka menganggap bahwa pernikahan adalah jalan menuju kebahagian selama-lamanya seperti yang Cinderella alami. Sehingga diawal ketika mendapat ujian jelang pernikahan membuatnya stress. So, kuatkan niat serta selalu berdoa padaNya. Sehingga dari awal proses hingga terlaksananya pernikahan berjalan lancar tanpa kekurangan suatu apapun. Amiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Anis Khoir
Mom blogger dan content writer. Bisa dihubungi melalui achmianisa@gmail.com

Must Read

Pantai Surindah, Destinasi Wisata Pantai Baru Di Tuban

Pantai Surindah Tuban memiliki view yang sangat indah. Pantai yang terletak di Desa Temaji Kecamatan Jenu Tuban ini sudah ramai pengunjung. Kabupaten Tuban tidak lepas...

Perawatan di Klinik Kecantikan Surabaya Terbaik

Memiliki wajah segar dan cantik jadi impian setiap wanita. Yang di Surabaya bisa perawatan di klinik kecantikan Surabaya terbaik Gloskin Aesthetic clinic. Siapa sih yang...

HP Omen 15 Series Diluncurkan HP Inc.

Hp Inc. sebagai salah satu pioner di industri teknologi meluncurkan seri yaitu HP Omen 15. Tepatnya tanggal 14 Juli 2020 secara virtual diluncurkan laptop...