Tanda dan Cara Mengatasi Speech Delay Pada Anak

Speech delay

Beberapa hari lalu saya bertemu dengan saudara jauh. Kebetulan kami sama-sama memiliki balita sehingga sharing dengan perkembangan masing-masih anak. Dari cerita saudara tadi, sang anak yang hampir satu setengah tahun belum bisa mengucapkan kata. Ketika meminta sesuatu dengan menunjuk sambil berucap “ehm”. Secara tersirat, sang ibu ketakutan dengan kondisi anaknya. Dibenaknya jangan-jangan sang anak mengalami speech delay sehingga mengakibatkan lambatnya anak dapat berbicara.

Banyak yang percaya jika anak cepat bisa berjalan maka akan mengalami keterlambatan dalam bicara, atau bisa juga sebaliknya. Padahal Menurut Psikiater konsultan Anak dan Remaja dr. Anggia Hapsari anak-anak memiliki rentang waktu untuk dapat menguasai tahap perkembangannya sehingga tidak perlu menunggu satu tahapan selesai baru tahap berikutnya. Masih menurut dr. Anggia Hapsari bahwa kemampuan berbicara akan muncul pada anak usia 12-13 bulan yang ditunjukkan dengan mengucapkan satu kata, misalnya “bu, mama dan lainnya. Jadi jika jauh melebihi usia tersebut dan anak belum menujukkan kemampuan bahasanya maka perlu diwaspadai anak mengalami speech delay.

baca juga : 6 cara sederhana mengajari anak bicara

Kemampuan bahasa bagi anak memiliki peranan penting bagi tahap perkembangan selanjutnya. Bahkan kecerdasan berbahasa menjadi tolak ukur perkembangan baik intelektual maupun kognitifnya. Seorang anak yang mengalami keterlambatan bicara cenderung tidak bisa mengungkapkan apa yang diinginkan sehingga menyebabkan depresi, kecemasan dan tidak nyaman. Tentu jika hal itu berlarut-larut akan berpengaruh pada masa perkembangan anak.

Untuk mengetahui anak mengalami speech delay atau tidak, maka harus mengetahui tanda- tandanya. Secara garis besar sesuai dengan usia anak, maka ciri ana dengan speech delay yaitu :

1. Pada usia 12 bulan tidak mengikuti gerakan atau mendengarkan orang yang merawatnya.

2. Pada usia 18 bulan anak tidak mengatakan satu katapun

3. Pada usi 2 tahun mengatakan sesuatu hanya beberapa kata dan lebih dominan menujuk ketika menyatakan keinginan

4. Pada usia 2,5 tahun berbicara masih terbata-bata dan sulit mengatakan keinginannya

5. Pada usia 3 tahun orang lain cenderung tidak paham apa yang dibicarakan oleh anak

Jika anak mengalami tanda- tanda diatas, dan terdeteksi Speech Delay maka yang perlu dilakukan yaitu :

1. Sering mengajaknya bermain. Mengajak bermain jelas tidak sama dengan memberi mainan. Mengajak bermain berarti mengajak anak berinteraksi dua arah serta memperbanyak kosa kata ketika proses bermain. Jadi orang tua benar- benar ikut main selayaknya menyelami dunia anak.

baca juga : 6 Tips sederhana agar balita gemar membaca

2. Mengajak anak sering bercerita, bernyanyi, serta bermain dengan teman sebayanya. Semakin banyak kosakata yang anak dapatkan melalui berinteraksi dengan orang lain, maka semakin melatih anak untuk berbicara

3. Melatih anak untuk mengucapkan kata-kata konsonan

Jika anak sudah terdeteksi mengalami speech delay, maka yang harus dilakukan orang tua yaitu menstimulasi hal diatas sesering mungkin. Namun, tidak semua orang tua bisa melakukannya karena bisa juga sibuk bekerja atau keterbatasan lainnya. Maka sebagai Startup yang dirancang khusus memberikan program stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak, dini.id bisa menjadi solusi. Dini.id memadukan teknologi, psikologi, orang tua, dan tim ahli sehingga mumpuni dalam masalah tumbuh kembang anak.

Dini.id berusaha memberikan yang terbaik dengan memiliki beberapa program sebagai solusi terbaik anak yang mengalami speech delay, yaitu :

1. Online free assessment. Melalui assessment tersebut dapat mengindentifikasi keterlambatan bicara pada anak sehingga nantinya mendapat penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannnya.

2. Observasi oleh tim ahli. Dengan mendatangi playground mitra, akan ada observasi secara berkala dari tim ahli sehingga anda mendapatkan stimulasi secara optimal.

3. Program stimulasi dan intervensi yang dilakukan di playground mitra dengan tujuan mengaktifkan neuron dalam otak yang bertujuan meningkatkan perkembangan kognitif anak.

Dengan mengetahui sedini mungkin tanda speech delay, serta memberikan penanganan secara tepat baik orang tua juga tim ahli maka speech delay bukan sesutu yang menakutkan.

Must Read

Tips Memilih Baju Lebaran Yang Anggun

Tips Memilih Baju Lebaran dengan mudah. Sebentar lagi bulan Ramadan segera berlalu. Itu artinya hari raya lebaran segera datang. Lebaran Idul Fitri selalu identik...

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari Bisnis penjualan kue lebaran memang jadi salah satu usaha musiman yang menarik untuk dicoba. Apalagi...

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara Pertama mendapatkan buku biografi Idrus Paturusi ini, saya langsung tertarik. Meskipun...