Cara Merawat Mukena Agar Awet

merawat mukena

Aniskhoir.com Mukena bagi seorang muslimah merupakan peralatan wajib yang dipakai ketika salat.  Itu artinya dalam sehari minimal memakai mukena sebanyak 5 kali. Agar Bisa khusu’ ketika beribadah sholat, mukena dibuat senyaman mungkin. Terlebih mukena tersebut bisa awt sehingga tidak perlu membeli yang baru. Apalagi pada bulan Ramadhan, mukena lebih sering dipakai. Selain untuk sholat wajib, juga banyak melakukan sholat sunnah lainnya, misalnya saja tarawih. Untuk itu mukena harus dijaga. Terlebih merupakan mukena favorit atau mempunyai sejarah tertentu misalnya mahar pernikahan. Sehingga setiap orang memiliki cara merawat mukena agar tetap awet.

Mukena bisa awet bahkan bisa dipakai bertahun-tahun tergantung dari merawatnya. Ada beberapa cara merawat mukena agar tetap awet yang bisa anda coba :

Mencuci mukena dengan teratur 

Islam memerintahkan umatnya untuk mencintai kebersihan. Bahkan kebersihan merupakan sebagian dari iman. Kebersihan bisa diterapkan disetiap lini kehidupan, terutama peralatan yang dipergunakan untuk ibadah sholat yang mana salah satu syarat sahnya yaitu bersih. Untuk itulah menjaga kebersihan mukena wajib hukumnya. Caranya bisa dengan mencuci mukena secara teratur. Selain sebagai syarat sahnya sholat, mukena yang bersih juga membuat beribadah lebih khusyuk. Selain itu mukena yang bersih pun akan terbebas dari jamur yang bisa menyebabkan bau ataupun noda hitam. Mukena yang bersih juga lebih awet, tidak mudah robek juga keindahannya terjaga meskipun sudah lama. 

baca juga : menghilangkan bau mulut ketika puasaa

Cara mencuci mukena dengan benar

1.Yang perlu diperhatikan ketika mencuci mukena yaitu jangan menggunakan mesin cuci. Sebaiknya mencuci secara manual menggunakan air hangat.

2.Memisahkan mukena dengan dengan pakaian yang berwarna. Umumnya warna mukena di Indonesia adalah putih. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mukena harus berwarna putih. Yang penting bisa menutup aurat ke seluruh tubuh dan tidak menampakkan bentuk tubuh.  Selain itu warna dan bentuknya juga tidak mencolok sehingga mengganggu orang lain untuk beribadah. Namun karena pada umumnya mukena warna putih, perlu menjadi catatan adalah ketika mencucinya. Sebaiknya ketika mencuci mukena, pisahkan mukena dengan pakaian yang lainnya. Selain menjaga kebersihannya juga untuk menghindari mukena terkena warna pakaian lainnya yang bisa merubah warna asli mukena.

3.Jika perlu, tambahkan softener ketika selesai mencuci untuk mempertahankan bau wanginya. 

4.Menjemur mukena sebaiknya cukup diangin-anginkan saja tanpa menaruhnya dibawah sinar matahari secara langsung.

5.Setelah kering, segera lipat mukena dan simpan di tempatnya jika tidak digunakan. 

6.menggantung dengan Hanger setelah memakainya. 

Sebelum sholat kita diwajibkan untuk berwudhu. 

Namun biasanya setelah berwudhu jarang sekali kita memakai handuk untuk mengusap wajah hingga kering kembali. Sehingga mau tak mau wajah kita menjadi basah dan mengenai mukena yang dipakainya. Ketika menggunakan mukena setelah setelah sholat alangkah baiknya mukena yang kita pakai jangan dilipat tapi gantung dengan hanger. Sehingga bekas air wudhu yang menempel di mukena yang menyebabkan basah akan kering dan tidak menimbulkan bau maupun jamur pada mukena

Baca juga : inilah alasan harus pulang ke kampung halaman

Mengulang kembali jahitan mukena. 

Kualitas mukena yang ada di pasaran tentu berbeda-beda tergantung bahan serta harganya. Ada yang berkualitasnya bagus sehingga awet, tidak mudah robek. Pun sebaliknya ada mukena kualitas standar dengan jahitan seadanya.  Untuk menghindari robek akibat jahitan kurang kuat makabisa dengan mengulangi jahitan mukena segera setelah membelinya.

Gunakan sajadah ketika shalat

Sajadah selain digunakan sebagai alas kepala, melindungi kepala dan untuk kenyamanan ketika beribadah, sajadah bisa juga menghindarkan kain  mukena langsung terkena lantai. Karena yang namanya lantai, meskipun sudah dibersihkan bisa juga ada debu yang menempel disana. Dengan memakai sajadah, tentu mukena lebih bersih dan tidak perlu sering mencucinya.

Memiliki mukena yang awet bisa mendorong lebih rajin untuk beribadah. Selain itu anggaran untuk membeli mukena bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Dengan menjaga mukena tentu harus memperhatikan cara merawat mukena agar tetap awet. Dan tips diatas bisa anda coba untuk merawat mukena kesayangan Anda.

Must Read

Tips Memilih Baju Lebaran Yang Anggun

Tips Memilih Baju Lebaran dengan mudah. Sebentar lagi bulan Ramadan segera berlalu. Itu artinya hari raya lebaran segera datang. Lebaran Idul Fitri selalu identik...

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari Bisnis penjualan kue lebaran memang jadi salah satu usaha musiman yang menarik untuk dicoba. Apalagi...

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara Pertama mendapatkan buku biografi Idrus Paturusi ini, saya langsung tertarik. Meskipun...