Marah Pada Anak dan Cara Mengatasinya

2 min read

marah pada anak

 

Sebagai orang tua marah pada anak merupakan sesuatu yang biasa. Namun bagaimana caranya agar marah tersebut tidak sampai meninggalkan luka batin? Berikut ini saya akan mengulasnya untuk anda

Menjadi seorang ibu dari buah hati super aktif perlu berlipat ganda kantong kesabaran. Bahkan ada yang bilang jika ada toko kesabaran maka para ibu-ibu inilah yang menyerbu membeli duluan. Terlebih jika anak pada masa eksplorasi, eksperimen dan pada tahap keingintahuannya yang begitu besar. Segala hal yang ada di rumah bisa jadi sasaran bahkan mungkin barang kesayangan para ibu bisa jadi korban. Maka sesuatu yang manusiawi jika pada akhirnya seorang ibu marah. Namun yang jadi catatan jangan sampai kemarahan tersebut akan menyebabkan “luka” atau kebencian ibu dan juga anaknya.

Hubungan Kesuksesan dan Luka Batin Masa Kecil

Saat saya masih mengajar di Gresik, dapat kesempatan mengikuti pelatihan untuk pendidikan anak usia dini di Malang. Menariknya di acara tersebut salah satu peserta yang diminta sharing tentang pengalamannya. Peserta tersebut bisa dibilang peserta istimewa. Beliau bukan berlatar belakang pendidik seperti peserta lainnya. Justru beliau merupakan praktisi emotional healing yang ingin mempelajari dunia dan karakter perkembangannya. Jadi beliau secara khusus mengajukan ijin untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Praktisi tersebut memaparkan sebuah fakta unik hasil temuannya. Menurut beliau ada relasi kuat antara kesuksesan seseorang dengan interaksi dengan orang terdekatnya dimasa kecil yaitu orang tua. Jadi jika seseorang mempunyai luka batin terhadap sang ayah maka akan menemui kesulitan dalam hal pekerjaan. Sedangkan jika bermasalah dengan sang ibu maka seseorang akan mengalami kesulitan dalam hubungannya dengan manusia lain termasuk masalah jodoh dan rumah tangga.

Memaafkan dan meminta maaf bisa menjadi cara terbaik berdamai dengan masa lalu

Terus bagaimana memperbaikinya? Maka jalan terbaik adalah memulai kembali menjalin hubungan baik dengan orang tua. Caranya yaitu memaafkan dan meminta maaf bisa menjadi cara terbaik berdamai dengan masa lalu. Benar juga seperti ungkapan Tere Liye di novel Hujan yang pada intinya “kita tak bisa merubah masa lalu, yang bisa dilakukan adalah memeluknya sehingga masa lalu yang pahit pun akan menjadi indah”

baca juga : 11 cara stimulasi motorik halus anak usia dini

Terus apa hubungannya dengan kita sebagai orang tua? Dengan aktivitas anak yang sering dianggap trouble maker di rumah, tak jarang kita marah padanya. Sikap marah sebenarnya manusiawi. Bukan sebagai pembenar tindakan namun dengan berbagai permasalah yang dihadapi seorang ibu meluapkannya dalam bentuk marah. Namun yang jadi catatan jangan sampai marah itu akan membekaskan luka batin pada anak.

Terus bagaimana caranya mengatasi marah pada anak? Berikut ada beberapa cara yang biasanya saya lakukan :

Menjauhi anak sementara ketika sedang marah pada anak

Ketika sedangkan marah pada anak maka sebaiknya menghindar dari anak sementara waktu. Tujuannya untuk mengontrol emosi kita. Saya jadi ingat bagaimana Rasulullah menunjukkan cara ketika marah yaitu merubah posisi badan. Jika sedang berdiri maka duduklah, jika sedangkan duduk maka berbaringlah. Dan alangkah baiknya lagi jika mengambil air wudhu yang bisa menyiramkan kesegaran dan meredakan kemarahan.

Melihat masalah dari kaca mata anak.

Pernah suatu hari saya dibuat emosi oleh Wan karena masalah pakaian. Bagaimana tidak, seharian saya melipat baju agar rumah terlihat rapi. Namun ketika saya mandi, tragedi pun terjadi. Semua pakaian masuk ke lemari. Bukannya rapi tapi berantakan sana-sini. Dan dengan menahan emosi saya tanya Wan, dengan polos jawabannya “membantu ibu”. Dengan demikian bukanlah marah namun saya segera memeluknya dengan bangga.

Dari kaca mata anak, ia bermaksud adalah membantu ibu. Namun dengan keterbatasannya, bukannya merapikan malah membuat berantakan.

Anak adalah anugerah yang tak ternilai.

Di beri titipan anak adalah sebuah hadiah tak terhingga dalam pernikahan. Maka ketika menjaganya dengan sebaiknya adalah bentuk syukur atas karunia yang diberikan pada kita. Menyadari anak adalah anugerah yang ternilai bisa menghilangkan marah pada anak

Berdamai dengan diri sendiri ketika marah pada anak memang bukan perkara mudah. Namun bukan berarti tidak bisa atau mustahil untuk dilakukaannya. Terus bagaimana anda cara Anda berdamai dengan diri sendiri ketika marah? share disini yuk pengalaman Anda

Avatar

6 Replies to “Marah Pada Anak dan Cara Mengatasinya”

  1. berdamai dng diri sendiri akan lebih sukses jika kita ikhlas menerima apa yg terjadi. Tdk mudah tpi dng latihan….maka kita akan menjadi pribadi yg damai dan bijaksana.

    maaf gayanya seperti motivator tolong jng ditertawakanya…hehe.

  2. Poin pertama itu saya suka, menepi atau menyingkir sejenak terlebih dahulu. Biar tidak terjadi adu kasar atau adu fisik.

  3. Wah saya baru tahu nih Mbak yang hubungan ke ortu bisa berkaitan dengan pekerjaan juga jodoh di masa depan. Pantes aja… ��
    Btw, yang masih suka susah itu kalau on the spot Mbak. Kitanya multitasking ngejar waktu, anak bersikap yang kita kurang sreg. Jujur, saya suka kelepasan di posisi itu… *sedih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *