Mengatur Keuangan Diawal Bulan

Bagi yang berpenghasilan bulanan, tanggal muda ibarat guyuran hujan ditengah kemarau panjang. Perjalanan dalam hari-hari ditanggal tua serasa melambat bagai kura-kura terganti dengan kebahagiaan tak terkira. Namun dengan list kebutuhan yang telah panjang, gaji yang dinanti- nanti tinggallah slip gaji. Jangankan untuk kebutuhan satu bulan, untuk awal bulan pun sudah kekurangan. Pengalaman dengan dilema gaji diatas sepertinya bukan saja saya yang mengalaminya. Mungkin beberapa pembaca juga tak jauh beda. Jika diurai sumbernya, permasalahnnya adalah bagaimana membuat gaji bulanan yang terbatas bisa mengatur kebutuhan yang tak terbatas. Ketika gajian tentu uang akan banyak berada ditangan. Berbagai keinginan pun ingin diwujudkan. Bukan masalah jika sesekali menurutkan keinginan karena bisa juga dengan keinginan itu menjadi termotivasi untuk bekerja. Yang jadi catatan, jangan sampai keinginan yang bukan bersifat vital akhirnya menjadi sesuatu yang di kudu diwujudkan dan pada akhirnya berimbas pada keuangan . Untuk itulah setidaknya melakukan hal- hal berikut untuk mengatur keuangan diawal bulan bisa dilakukan : Membuat daftar kebutuhan. Setelah memperoleh gaji diawal bulan, yang pertama kali dilakukan adalah membuat daftar kebutuhan untuk satu bulan. Dengan membuat daftar kebutuhan, ada acuan kemana saja uang akan dibelanjakan. Selain itu tak menjadikan mudah tergda dengan aneka keinginan lainnya karena telah memiliki daftar belanja bulanan. Membagi uang gajian berdasarkan pos kebutuhan. Sejak sekolah dasar sudah diberikan pelajaran tentang 3 kebutuhan manusia yaitu kebutuhan pokok (primer) sekunder, dan tersier (barang merah). Tak berbeda jauh dengan prakternya ketika menerima gaji yang pertama dilakukan adalah memenuhi pos kebutuhan pokok seperti biaya makan, bensin, uang kos dll. Untuk selanjutnya jangan lupa pos tanggungan harus terlebih dahulu diselesaikan misalnya membayar utang, kredit kendaraan, atau Kredit Pembelian Rumah (KPR) Menyisihkan uang untuk tabungan. Kebanyakan orang akan menabung setelah ada sisa uang belanjanya. Padahal sebenarnya prinsip menabung adalah dilakukan diawal bulan dan dengan jumlah tertentu yang dilakukan setiap bulannya. Menunda sementara yang bersifat keinginan. Menginginkan sesuatu adalah suatu yang wajar apalagi ketika ada uang ditangan. Namun yang perlu diingat, agar pendapatan kita sampai satu bulan biasanya saya akan mengakhirkan sesuatu yang bersifat keinginan. Misalnya akan melaksanak wisata diakhir bulan jika ada uang sisa dari gaji bulanan yang diterima diawal bulan. Tentu setiap orang punya cara sendiri bagaimana mengatur keuangan diawal bulan. Ada yang berhasil sampai akhir  bulan tanpa harus berutang namun ada juga yang gagal. Pada prinsipnya besaran pengasilan seseorang bukan penentu bisa tercukupi kebutuhannya atau tidak. Yang menentukannya justru bagaimana  cara mengatur keuangan serta gaya hidup yang dianutnya sesuai tidak dengan besaran penghasilannya.

Must Read

Tips Memilih Baju Lebaran Yang Anggun

Tips Memilih Baju Lebaran dengan mudah. Sebentar lagi bulan Ramadan segera berlalu. Itu artinya hari raya lebaran segera datang. Lebaran Idul Fitri selalu identik...

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari Bisnis penjualan kue lebaran memang jadi salah satu usaha musiman yang menarik untuk dicoba. Apalagi...

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara Pertama mendapatkan buku biografi Idrus Paturusi ini, saya langsung tertarik. Meskipun...