Tips Mengatur Waktu Ala Mom Blogger

Tips Mengatur Waktu Ala Mom Blogger. Menjadi ibu rumah rumah tangga tanpa asisten harus pintar mengatur waktu. Yang namanya di rumah ada saja pekerjaan. Apalagi jika mempunyai anak kecil. Sebentar mainan dirapikan sudah berantakan lagi, padahal menyapu belum selesai. Belum lagi cuncian baju menggunung, masak plus cuci piringnya, setrika dan sederet pekerjaan lainnya yang rasanya waktu 24 jam pun masih kurang saja. Selanjudnya yang jadi pertanyaan, kapan me time-nya?

Uraian diatas hanya untuk urusan rumah tangga dan keluarga yang pekerjaannya serasa tak ada habisnya. Belum lagi yang seorang ibu sekaligus bekerja dari rumah. Tentu pekerjaan pun juga bertambah karena adanya target serta deadline yang  mau tak mau harus diselesaikan. Tak terkecuali bagi momblogger. Meskipun awalnya menulis dan berbagi lewat blog hanya sarana berbagi tanpa adanya target tapi ketika menginginkan menjadi blogger professional atau minimal yang bisa menghasilkan uang dari blog mau tak mau ngeblog menjadi salah satu prioritas pekerjaan.

Saya dulu sempat stress juga kalang kabut dengan waktu karena tak bisa membagi waktu. Sempat malu juga dengan orang yang sibuk namun bisa tetap membagi waktu antara urusan pekerjaan, rumah tangga dan terlebih anak yang masih balita sehingga masih butuh ekstra perhatian. Sebenarnya yang jadi kunci adalah bagaimana mengatur waktu yang masih tetap 24 jam tapi bisa menyelesaikan aneka pekerjaan. Jika bisa mengatur waktu tentu bukan hanya pekerjaan yang jadi tanggungan bisa terlesaikan tapi me time yang serta up grade diri pun juga bisa didapatkan.

Ada beberapa cara saya mengatur waktu yang cukup efektif bisa membantu saya menyelesaikan pekerjaan saya.

  1.  List Pekerjaan harian. Agar tak bingung pekerjaan apa yang biasanya dilakukan dan tak membebani pikiran secara pekerjaan banyak, maka cara yang paling mudah adalah membuat daftar pekerjaaan harian. Dengan daftar pekerjaan ini pula bisa tahu kira- kira mana pekerjaan pokok yang jika tak diselesaikan maka akan mengakibatkan efek buruk atau pekerjaan itu merupakan pekerjaan sekunder sehingga tak wajib untuk diselesaikan secara harian.
  2. List Prioritas harian. Jadi biasanya setiap bangun tidur saya akan membuat jadwal untuk hari ini pekerjaan apa saja yang akan saya lakukan. Misalkan saja karena dikejar deadline menulis maka saya harus menyelesaikannya dahulu sebelum beranjak ke pekerjaan lainnya. Jika deadline telah terselesaikan, melakukan pekerjaan lainnya pun menjadi tenang
  3. Tunda yang bukan prioritas. Ada pekerjaan yang tak harus diselesaikan hari ini, maka biasanya saya akan menundanya untuk melakukannya lain waktu. Misalnya saja untuk mencuci baju, jika hari ini sudah tak semppat atau terlalu capek maka saya akan merapelnya sekaligus hari berikutnya.
  4. Delegasikan tugas kepada yang lain. Misalkan karena harus menyelesaikan pekerjaan maka tidak sempat masak, maka saya akan sesekali membeli makanan jadi. Atau bisa juga minta bantuan Pak Suami yang kira- kira bisa dilakukannya yang kiranya juga tak membebani pekerjaan utamanya yaitu pencari nafkah. Justru jika bisa saling membantu keharmonisan serta kasih saying dalam keluarga semakin tercipta.

Baca juga : Suami melakukan pekerjaan rumah? Yey or No

Sebenarnya mengatur waktu seperti diatas bukan hanya dibutuhkan oleh seorang Momblogger. Ibu rumah tangga saja pun perlu mengatur waktu sehingga waktu yang dimilki menjadi berkualitas. Dengan waktu yang berkualitas maka apa yang dilakukan pun bisa lebih banyak dan lebih bermanfaat.

Must Read

Tips Memilih Baju Lebaran Yang Anggun

Tips Memilih Baju Lebaran dengan mudah. Sebentar lagi bulan Ramadan segera berlalu. Itu artinya hari raya lebaran segera datang. Lebaran Idul Fitri selalu identik...

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari Bisnis penjualan kue lebaran memang jadi salah satu usaha musiman yang menarik untuk dicoba. Apalagi...

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara Pertama mendapatkan buku biografi Idrus Paturusi ini, saya langsung tertarik. Meskipun...