6 Tips Sederhana Agar Balita Gemar Membaca

2 min read

Ada suatu keprihatinan tentang rendahnya motivasi membaca diantara anak- anak kita. Budaya instans dan era digital lebih menjadikan anak dekat dengan TV, game maupun gatged dari pada sebuah buku. Buku sebagai jendela pengetahuan dunia menjadi sesuatu yang tak menarik dan membosankan bagi mereka. Untuk itulah sedari masih bayi, tepatnya usia empat bulan saya sudah mengenalkan Wan dengan buku. Dan sekarang ketertarikan Wan akan buku sudah membut saya bangga.

Si Wan sekarang lagi senang sekali mengeksplore lingkungan sekitar. Serba ingin tahu dan ingin mencoba. Setiap ada lubang dimasukkannya barang. Perabot rumah pun jadi sasaran untuk diberantakkan. Keran air terutama menjadi benda yang paling menarik baginya. Di usianya yang sekarang yaitu 15 bulan semua itu dilakukan sebagai bentuk euphoria karena bisa berjalan. Diantara yang membuat saya bahagia, disela tingkah lakunya yang kadang membuat kami geleng kepala adalah akan duduk dengan tenang ketika dibacakan cerita. Atau ketika sedang bermain dan menemukan buku disekitarnya maka akan membawa ke orang di dekatnya untuk minta dibacakannya. Tentu itu adalah sebuah tanda bahwa Wan sudah Falling in Love dengan buku.

Baca juga : Membuat Pasak Konsentrasi Dari Bahan Bekas

Bicara bagaimana saya membiasakan Wan cinta dan gemar membaca buku, di sini saya ingin sharing beberapa tips yang bisa pembaca praktekan juga.

  1. Mengenalkan buku sedini mungkin. Dahulu buku adalah sebuah kertas yang dengan tulisan di dalamnya. Namun perkembangannya buku pun mulai mengalami pergerseran, baik itu bentuk ataupun isinya. Termasuk juga buku untuk balita. Dari mulai buku bantal, busy book, dan lainnya yang khusus diperuntukan bagi balita. Untuk buku pertama Wan saya sengaja buatkan sendiri dari flannel. Dengan begitu saya bisa memilih warna yang perlu diperkenalkan pada bayi sebagai alat stimulasi penglihatannya. Dengan gambar sederhana, namun setiap mau membaca saya tegaskan kalau Wan mau baca buku. Namanya juga bayi, kadang merespon dibacakan tapi kadang asyik main sendiri,  atau bisa juga direbut terus dimasukkan mulut. Maklum waktu itu Wan juga tahap oral jadi apapun masuk mulut termasuk buku karya si emak. Tapi tak lama kemudian Wan telah berpaling dari buku flanel. Saya yang suka menaruh buku di samping tempat tidur, kemudian jadi pilihannya. Dan, berakhirlah buku flannel bagi Wan karena lebih suka dengan buku yang sebenarnya.
  2. Menaruh buku pada tempat strategis bagi balita. Pepatah withing tresno jalaran soko kulino ( suatu kesenangan berasal dari kebiasaan) bisa juga lho diterapkan pada balita agar gemar membaca. Dengan menaruh buku ditempat yang terjangkau bagi balita memungkin mereka bisa melihat, mengambil buku kapan pun mereka menginginkan. Ditahap awal sih si emak siap-siap saja dibuat kesal, karena balita akan menghamburkan buku yang tertata rapi. Belum lagi jika halaman buku terkena makanan atau yang lainnya. Bahkan kadang juga di sobek oleh mereka. Awalnya Wan juga begitu, dan setiap β€œmain” buku saya dampingi dan jelaskan seperti apa bersikap kepada buku. Dan sekarang Alhamdulillah, jika menghamburkan buku kadang membantu merapikan dan jika mengambil buku pun satu yang di tujunya.
  3. Punya waktu khusus bacakan buku untuk balita. Walaupun kelihatannya sederhana membiasakan anak untuk cinta membaca namun diperlukan komitmen yang tinggi agar dapat terlaksana. Urusan rumah tangga yang tak ada habisnya kadang menjadi alasan untuk mengesampingkan membacakan buku pada anak. Agar mudah, menetapkan waktu khusus untuk membacakan buku kepada anak bisa menjadi solusi, misalnya saja sebelum waktu tidur si balita. Jika belum sempat membacakannya sebelum tidur karena anaknya sudah terlalu ngantuk atau si emaknya sudah gak sanggup harus punya waktu lain sebagai kompensasi waktu baca sebelum tidur.
  4. Menghubungkan apa yang ada di buku dengan alam sekitarnya. Kalau dulu waktu ngampus, ada mata kuliah Matematict In The Real World (MIRW) sekarang saya mengajarkan pada Wan ada Book in The Real World. Apapun yang ada di buku setelah dibacakan, dan kebetulan ada disekitar kita seperti memegang buah apel, maka saya akan tunjukkan apa yang ada di buku juga sama dengan yang ada dihadapannya. Manfaat lainnya si balita akan tahu perbedaannya benda yang sebenarnya dengan sebuah gambar.
  5. Membaca dengan ekspresif. Bisa dibilang semacam jadi pendongeng untuk anak kita. Tak perlu yang susah, seperti menirukan beberapa suara binatang yang ada di buku bisa kok semakin membuat anak gemar membaca. Awalnya pasti susah. Tapi kalau terbiasa, dan percaya diri menyampaikannya bisa jadi idola anak kita.
  6. Punya anggaran untuk membeli buku khusus anak-anak. Disadari atau tidak keingin-tahuan anak-anak akan sesuatu besar sekali. Dan kadang hal itulah yang membuat mereka cepat bosan terhadap mainan maupun bacaannya. Sehingga untuk menyiasatinya, tentu beragam bacaan akan membuat mereka tidak bosan, dan pengetahuan serta kosa kata yang mereka dapatkan dari buku akan semakin banyak.

Baca juga : Sensory Play dengan Ublek

Namanya mengajari balita tentu beda dan anak-anak apalagi orang dewasa. Tujuh tips diatas adalah serangkaian tata cara yang kadang juga tak bisa dilakukan. Ketelatenan serta tahu momen yang pas kapan untuk membacakannya tentu lebih di pahami orang tua. Dan yang perlu digaris bawahi disini, kegemarannya membaca balita tentu juga berbeda. Bukan pelafalan setiap huruf serta pemahaman isi buku. Namun ketika balita telah menunjukkan antusias terhadap buku dan dapat menunjukkan gambar yang kita sebutkan bagi saya itu sudah sebuah prestasi yang patut dibanggakan.

Avatar

22 Replies to “6 Tips Sederhana Agar Balita Gemar Membaca”

  1. Umaro sudah saya kenalkan buku sejak dalam kandungan. Bahkan buku jadi senjata saya dan suami dikala bingung mau ngoceh atau main apa sama Umaro. Dan Aktivitas membacakan buku setelah lahir dimulai sejak usia 2 bulan sampai sekarang sudah 5 bulan πŸ™‚

  2. Amay juga alhamdulillah sudah cinta buku sejak bayi Mba.. Ini jadi mempermudah dia ketika belajar membaca, karena keinginan bisa membaca sendiri nya lebih besar.

  3. Buku bayi sekarang emang udah banyak ya, entah dari karton keras, bantal, dan kain. Keren untuk yg punya ide itu, biar bayi dan balita jadi kenal buku. Semoga Wan tambah pintar ya karena senang baca buku πŸ™‚

  4. Samaan Mbak.. pengin banget ngenalin buku ke anak sejak bayi. Trus sekarang, dia emang suka banget sama buku. Tiap sebelum tidur, wajib dibacain 10 buku. Hadehhh… Hahaha..

  5. kereeennn…
    oiya Ada event buku besar yg mau datang di surabaya bulan depan. Barangkali pean pas berkunjung ke surabaya (gedung jatim expo, dulu adalah gedung pabrik kulit yg dirubuhkan, dekat IAIN), disitu katanya banyak buku impor berbahasa inggris (buku anak2 banyak, lego dkk), dan katanya penerbit mizan mau gabung. Tapi untuk pendidikan kayake hampir ga ada (ini se msh berharap ada dg cara liat2 apdetan webnya). Ini link nya kalau mau mampir: bigbadwolfbooks.com

  6. nah anggaran khusus ini yg kayaknya rada berat ya… Tp supaya anak seneng membaca ya mau gak mau diusahakan… Tp gimana kl dari ibunya sendiri gak suka baca?

  7. Tips sederhana tapi hasilnya maksimal banget mbak, mudah-mudahan akan semakin banyak anak yang gemar membaca buku sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *