Membuat APE Pasak Konsentrasi Dari Bahan Bekas

Memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar kita untuk sesuatu yang berguna itu bisa banget. Bahkan sekarang digalakkan mendaur-ulang sampah yang masih bisa dipakai. Selain mengurangi volume sampah, tentunya sebagai ibu rumah tangga lebih hemat pengeluran. Termasuk juga untuk pembelian APE atau Alat Permainan Edukatif si kecil. Berbicara tentang APE, kali ini saya akan menuliskan APE dari kardus bekas yang tentunya mudah pembuatannya dan kaya manfaatnya.

Jadi ceritanya kemarin nemu kardus bekas habis beberes dapur.  Sebenarnya mau dibuang saja, karena selain tidak terpakai, juga memenuhi ruangan.  Kawatirnya kalau masih terus disimpan dijadikan istana tikus. Tapi sayang juga kalau dibuang begitu saja, secara kardusnya masih dalam kondisi bagus. Kebetulan si Wan lagi bosan sama harta karun mainannya yang di keranjang. Selain itu akhir- akhir ini lagi senang memasukkan sesuatu ke dalam lubang apapun yang ditemuinya. Okeylah akhirnya saya jadi pemulung dadakan mengumpulkan bahan yang tak terpakai lainnya dan jadilah ide untuk membuat pasak konsentrasi dari kardus bekas.

Baca jugasensory play dengan ublek

Sebenarnya pasak konsentrasi ini merupakan modifikasi dari pasak majemuk (pasak geometri, pasak binatang dll,) yang banyak dijual. Berhubung si Wan masih satu tahun dua bulan, dan focus stimulasi kali ini untuk pengembangan konsentrasinya, maka saya buat hanya satu lubang pasak saja.

Bahan :kardus bekas, gunting, selotip, lem tembak, cutter, tempat lilitan benang.

Cara membuat : gunting kardus sesuai bentuk, yaitu untuk papan pasak dan juga papan yang di masukkan ke pasak. Untuk membuat lubang papan lebih mudah menggunakan cutter. Untuk pasaknya saya menggunakan tempat lilitan benang yang tidak terpakai, dan untuk memasangnya ke kardus menggunakan lem tembak agar kuat. Sedangkan selotip berguna untuk melapisi papan agar tidak mudah rusak dan sobek.

Tentang APE pasak konsentrasi ini meski bentuk dan pembuatannya sederhana, tapi manfaatnya banyak sekali. Diantaranya bisa saya tuliskan sebagai berikut :

  1. Ketika memasukkan papan, anak dilatih untuk berkonsentrasi terhadap apa yang dikerjakan.
  2. Melatih motorik halus anak yaitu dari gerakan tangan anak ketika memasukkan dan mengeluarkan papan pasak.
  3. Pengenalan konsep bilangan dengan cara menghitung banyaknya papan yang dimasukkan ke dalam lubang pasak.
  4. Jika setiap papan di beri warna, maka bisa juga lhoo mengenalkan warna

Rentang Permainan : Untuk Wan, dalam permainan pasak ini dapat bermain kira- kira selama lima menit. Dan menurut saya itu bagus karena masih dalam rentang konsentrasi anak, yang menurut psikologi rentang konsentrasi anak adalah : usia x 3 sampai 5 menit. Dimana 3 menit adalah batas minimal anak konsentrasi dan 5 menit adalah batas maksimal anak konsentrasi. Jadi untuk Wan yang berusia 1 tahun yaitu 1 tahun x 3 sampai 5 menit = 3 sampai 5 menit yang artinya konsentrasi permainan Wan antara 3 sampai 5 menit awal permainan.

Dan satu lagi yang perlu digaris bawahi disini, bahwa APE ini aman banget untuk anak. Bahannya dari kardus tak kawatir membuat si kecil terluka dan juga bahannya mudah ditemukan di sekitar kita. Bagaimana bunda, untuk stimulasi si kecil mudah dan tak perlu mahalkan?.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Anis Khoir
Mom blogger dan content writer. Bisa dihubungi melalui achmianisa@gmail.com

Must Read

5 Most Famous Trademark Indonesia Dispute Scandal

Lately, the public has been very enthusiastic about the dispute over the name of the “Geprek Bensu” restaurant. It is a lawsuit where someone...

Aplikasi Youtuber Pemula Hanya Menggunakan Android

Youtuber menjadi salah satu profesi yang menjanjikan belakangan ini. Agar video menarik setidak ada beberapa aplikasi youtuber pemula yang harus dimiliki. Aplikasi ini bisa...

Tarif Merek Dagang Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Pendaftaran merek dagang penting sekali. Salah satu tujuannya agar tidak terjadi plagiasi. Untuk mengetahui tentang tarif merek dagang, berikut ulasannya Tentu anda sudah tahu bahwa...