Kelebihan Menitipkan Anak di Daycare

 

Sebagai ibu yang juga dituntut bekerja diluar pastinya menginginkan buah hati aman dan nyaman selama ditinggal bekerja. Ada beberapa pilihan menitipkan buah hatinya. Bisa dengan keluarga terutama orang tua, pengasuh atau baby sitter, atau daycare atau yang dikenal dengan Tempat Penitipan Anak (TPA). Memang yang terakhir belum banyak ditemui di kota kecil apalagi di desa. Namun di kota besar munculnya daycare/ TPA bak jamur di musim penghujan yang memang kebutuhannya juga semakin meningkat. Terus apa sih kelebihan menitipkan anak di daycare sehingga menjadi pilihan orang tua masa kini? Yuk baca ulasannya dimari.

Pengertian Daycare

Bagi yang tinggal di kota tentu tidak asing dengan daycare. Daycare adalah tempat menitipkan anak sementara waktu ketika orang tua sedang bepergian atau bekerja. Biasanya dari pagi hingga sore atau berdasarkan perjanjian antara orang tua dan pengasuh daycare.

Usia Anak di Daycare

Jika ada yang mempertanyakan daycare untuk usia berapa memang tidak ada ketentuan khusus. Tapi kebanyakan usia anak yang bisa masuk ke daycare dari 3 bulan hingga usia taman kanak- kanak. Untuk yang sudah sekolah playgrup atau TK biasanya setelah sekolah pulang ke daycare hingga orang tua pulang kerja. Kebanyakan lokasi daycare dan sekolah PAUD dalam satu tempat sehingga memudahkan orang tua dan juga pengasuh.

Kelebihan daycare

Berikut ini ada beberapa kelebihan yang didapat ketika menitipkan anak di daycare/ TPA yang bisa jadi bahan pertimbangan bagi orang tua.

Sosialisasi.

Dengan kondisi TPA yang mengasuh tidak hanya satu anak saja, tepatnya banyak anak, maka dengan di TPA anak dapat bersosialisasi teman sebayanya. Ditunjang dengan mainan edukatif serta pendampingan pengasuh, sehingga anak bisa nyaman berteman dengan teman seusianya.

Kemandirian.

Begitu juga anak di TPA akan sedini mungkin di latih mandiri, tentunya sesuai dengan usianya. Misalnya saja, untuk yang masih bayi tidak di biasakan untuk di gendong. Sedangkan untuk Batita akan di latih untuk mandiri terutama dalam mengurus diri sendiri, seperti toilet training, berpakaian, makan dan lain sebagainya.

Pendidikan.

TPA sekarang telah berkembang bukan hanya tempat pengasuhan sementara bagi anak selama ibu bekerja, namun telah berkembang juga sebagai tempat pendidikan bagia anak. Biasanya setiap TPA punya program pembelajaran tersendiri yang sesuai dengan usia anak, Pun juga dengan pengasuhnya. Biasanya TPA yang telah mengintregasikan dengan pendidikan mempunyai standar pendidikan bagi pengasuhnya. Sehingga anak akan di asuh oleh orang yang “melek” pendidikan. Jadi kegiatan daycare sekarang ini sudah selayaknya di sekolah PAUD dimana terdapat kurikulum hingga raport untuk setiap anak

Kelekatan.

Untuk yang poin terakhir ini pengalaman dari teman saya alasan mengapa menitipkan anaknya di daycare, dikarenakan tidak ingin anaknya lengket dengan pembantu.Dengan pengasuh TPA yang tidak hanya satu memungkin si anak tidak akan tergantung pada satu pengasuh sehingga si ibu tetap menjadi pengasuh utama bagi buah hatinya

Tentunya masih banyak kelebihan maupun keuntungan yang di dapat ketika menitipkan anak di daycare. Diatas hanya sebagian saja. Dan rasanya tidak adil jika hanya menyebutkan kelebihannya saja, next post saya akan menuliskan kekurangan menitipkan anak di daycare.

Biaya daycare

Untuk biaya daycare memang tidak sama satu tempat dengan lainnya. Biasanya dipengaruhi dengan UMK serta tingkat kemajuan suatu daerah. Namun untuk biaya sendiri biasanya ada pilihan harian dan bulanan. Untuk biaya sebaiknya langsung bertanya ke daycare yang dituju ya

Penutup

Oh ya sebenarnya tentang kelebihan dan kekurangan daycare itu subjektif, tergantung bagaimana kepercayaan serta kemantepan hati untuk menitipkan buah hati. Yang terpenting sebelum benar- benar menitipkan buah hati pada siapa pun itu, orang tua harus observasi dahulu, karena bagaimana pun buah hati adalah permata yang tidak ternilai harganya

3 pemikiran pada “Kelebihan Menitipkan Anak di Daycare”

  1. betul juga, sama di daerah saudara di ponorogo, kebanyakan masih kecil sudah masuk ke ponpes, dengan alasan ortunya ke luar negeri bekerja

    Balas

Tinggalkan komentar