Emak

Raut wajah itu menarik ku dalam pusaran rindu yang tak tentu. Tak dapat ku mendefinisikan, terlalu komplek untuk menyampaikan. Atau tak ada kata yang cocok untuk membahasakan. Karena jiwa ini telah menyatu. Tak terpisahkan oleh ruang dan waktu.

Menghitung makna dia bagi saya, hanya membuang energi saja. Sesungguhnya, hanya sayangnya yang membuat saya berdiri dan dewasa. Tanpanya saya bukan siapa- siapa.Tak juga anda pembaca. Meski dia hanya wanita biasa dengan segala keterbatasannya, namun tak begitu bagi saya. Ibu saya adalah wanita Luar Biasa.

Desahan cinta yang menggantung pada lembaran sayup fajar. Kian menyusup ke labirin ruang. Kapan kiranya diri ini berpeluk mengurai rindu, mengabadikan bahagia dalam bingkai kebersamaan. Tak terpisahkan dengan keegoisan pekerjaan. Akankah semua ini akan datang yang menjadikan semua tak hanya angan?

Semakin ku memasuki peran mu wahai ibu, semakin ku merasakan betapa besar jasamu. Ada keraguan bahkan ketakutan yang kadang hadir dalam hati ini, akankah mampu saya setegar dan sehebat engkauIbu…

Emak aku merindukan mu….

Berita sebelumyaAjari Aku Cemburu
Berita berikutnyaSemestinya Berhenti. Move On…

Must Read

Tips Memilih Baju Lebaran Yang Anggun

Tips Memilih Baju Lebaran dengan mudah. Sebentar lagi bulan Ramadan segera berlalu. Itu artinya hari raya lebaran segera datang. Lebaran Idul Fitri selalu identik...

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari Bisnis penjualan kue lebaran memang jadi salah satu usaha musiman yang menarik untuk dicoba. Apalagi...

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara Pertama mendapatkan buku biografi Idrus Paturusi ini, saya langsung tertarik. Meskipun...