Kado Pertama

    Sebenarnya tahun baru bukan hal yang spesial untuk ku. Karena 01 Januari tepatnya, hanya sekedar ritual tahunan yang menurut ku tak perlu dirayakan. Apalagi sampai membuang uang untuk membeli terompet dan aneka kembang api. Kata emak sih, mending untuk makan, kan kenyang #alasan klise. Namun mau tak mau saya terus bersinggungan dengan 1 Januari. Selain hari libur nasional yang otomatis hari libur kerja (hahay) di tanggal itulah saya dilahirkan. Sekali lupa pun, akan ada orang- orang yang cinta kepada saya mengirimkan ucapan selamat baik melalui  sms atau  media yang lainnya.          Mendapatkan kado dari teman, sudah sering saya dapatkan. Namun dari suami, ini yang pertama kali (maklum ini ultah pertama setelah menikah, dan dulu kami tidak pacaran ). Dan, yang menjadi istimewa adalah untuk pertama kalinya suami membungkus kado untuk wanita (kalau dulu menikah sih yang bungkus seserahan pasti keluarganya). Itupun setelah tiga hari tiga malam tanya pada saya mau kado apa di ultah nantinya. Yang jelas saya ingin suami memberi dari idenya sendiri sehingga dengan enteng, saya jawab intinya terserah yang memberi. Malah katanya, lebih baik suami membungkus uang saja,  atau orang daerah saya mengatakan buwohan sehingga tak perlu isthikoroh 3 hari 3 malam. Hahay, memang bagi laki- laki yang “tak romantis” seperti suami mencari kado menjadi hal yang sulit.                 Sore itu suami pergi dan tidak mengijinkan saya untuk turut serta. Tumben, karena kalau tidak kerja kemana- mana suami lebih senang mengajak saya. Dan, ternyata setelah pulang membawa bungkusan manis dengan  gambar Angri Bird. Sekali lagi Angri bird.  Bungkus kado saja salah kostum seberti kado untuk anak TK. Ingin tertawa ketika menerimanya. Namun bagaimanapun, saya menghargai suami usaha suami untuk bersikap lebih romantis dengan memberi kado “manis”.          Dan, tahukan teman- teman blogger apa isi kado tersebut. Sebuah jam tangan pink manis (sangat tak biasa bagi saya mempunyai barang dengan nuansa pink) yang sengaja menjadi pilihannya sehingga stempel selalu yang terakhir yang melekat pada saya bisa terhapus. Begitupun warna pink, karena suami beranggapan kebanyakan wanita menyukainya, dan berharap saya pun demikian . Beberapa hari setelah 01 Januari saya pakai jam pink itu untuk kerja. Dan, teman-teman saya bisa menebak bahwa itu adalah pemberian suami yang ingin istrinya lebih manis dengan warna pink.

Terima kasih cinta, untuk hadiah manisnya. Semoga keluarga kita akan semakin lebih manis dan bahagia. Amiin 🙂

Berita sebelumya19 Kembali
Berita berikutnyaMengenal Kejang Pada Anak

Must Read

Tips Memilih Baju Lebaran Yang Anggun

Tips Memilih Baju Lebaran dengan mudah. Sebentar lagi bulan Ramadan segera berlalu. Itu artinya hari raya lebaran segera datang. Lebaran Idul Fitri selalu identik...

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari Bisnis penjualan kue lebaran memang jadi salah satu usaha musiman yang menarik untuk dicoba. Apalagi...

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara Pertama mendapatkan buku biografi Idrus Paturusi ini, saya langsung tertarik. Meskipun...