TAK SEMPURNA TAPI ISTIMEWA”

Entah mengapa tak bosannya aku memandangi lelaki di sampingku. Dalam tidurnya yang pulas wajahnya menyiratkan kelelahan dan kedamaian. Lelaki yang telah tujuh bulan menjadi teman hidup ini, yang sebelumnya kami tak saling mengenal sama sekali. Kalau dilogika, akan lucu jadinya. Namun itulah “ikatan yang sangat kuat”, dalam janji suci pernikahan telah merobohkan segala kekakuan yang pada awalnya kami miliki. Tak selamanya bahtera yang kami bawa berdua tenang tanpa ombak, karena tanpa itu semua tak ada manisnya rumah tangga. Apalagi sikap ngenyel yang saya miliki dan begitu juga lelaki yang saya panggil “Sayank” itu juga suka meladeni. Atau sikap ku yang serius selalu di iringinya dengan bercanda, sampai kadang emosi ku membuncaah aku dibuatnya. Belum lagi hal kecil dan remeh temeh yang sering kami perdebatkan. Rasanya di dalam rumah kami yang kecil tak ada habisnya bahan untuk didiskusikan. Tanpa keyakinan dan kesadaran bahwa semua itu adalah proses pendewasaan kami dalam sebuah hidup baru, tak akan berarti semua yang kami lalui. Karena sekarang bagi saya sekarang pasangan yang telah Allah pilihkan untuk saya adalah yang terbaik bagi saya. Saya tahu suami saya bukan malaikat tanpa cela, namun suami saya adalah manusia “TAK SEMPURNA TAPI ISTIMEWA”

Berita sebelumyaKesalahan Apa?
Berita berikutnyaMelukis Rindu

Must Read

Tips Memilih Baju Lebaran Yang Anggun

Tips Memilih Baju Lebaran dengan mudah. Sebentar lagi bulan Ramadan segera berlalu. Itu artinya hari raya lebaran segera datang. Lebaran Idul Fitri selalu identik...

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari Bisnis penjualan kue lebaran memang jadi salah satu usaha musiman yang menarik untuk dicoba. Apalagi...

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara Pertama mendapatkan buku biografi Idrus Paturusi ini, saya langsung tertarik. Meskipun...