“FA, Kamu Mau Di Jemput?”

         Kematian telah menjadikan ketakutan tersendiri temanku yang bernama Fa atas lingkungan. Kematian pamannya yang secara tiba- tiba dan si paman inilah yang selalu mengantar Ifa berangkat kerja, kadang sesekali juga menjemputnya. Perasaan terkejut bahkan ketakutan yang tak dapat di definisikan dengan akal sehat kerap kali menghampiri. Terutama ketika sendirian, meskipun  tempat itu akrab dengan kehidupannya.          Suatu hari Fa harus lembur menyelesaikan tugas kantornya. Sementara teman- teman telah pulang duluan.  meski bulu kuduknya mulai berdiri, Fa mencoba bertahan dengan keyakinan tak akan terjadi apa- apa dengan doa. Ketika keberaniannya berada di titik klimak, kemudian ada sebuah pesan masuk di ponselnya. “FA, kamu mau dijemput”, betapa terkejutnya membaca beserta melihat nomer pengirimnya yang ternyata nomer tersebut adalah nomer pamannya yang meninggal. Perasaan takut segera meyergap. Kabur dari kantor segera dilaksanakan. “Di jemput, maksudnya paman apakah saya dijemput untuk mengikuti kepindahannya ke alam lain?” Pikir fa. “Jangan jemput aku, aku belum menikah. huhuhu”, doa  Fa ketakutan.           Ternyata nomer pamannya yang telah lama tidak terpakai di pakai putrinya yang kemudian di gunakan untuk mengirim pesan pada Fa. Kata sepupunya Fa sih itu sengaja dilakukan untuk menggoda Fa. Bagaimanapun tidak ada orang yang meninggal alay yang tetap menggunakan hanphone meskipun telah di alam sana.. Ada- ada saja..

Berita sebelumyaJEDA
Berita berikutnyaTak Ada Rasa

Must Read

Tips Memilih Baju Lebaran Yang Anggun

Tips Memilih Baju Lebaran dengan mudah. Sebentar lagi bulan Ramadan segera berlalu. Itu artinya hari raya lebaran segera datang. Lebaran Idul Fitri selalu identik...

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari

Pengalaman Menjual Paket Kue Lebaran Paling Laku dan Banyak Dicari Bisnis penjualan kue lebaran memang jadi salah satu usaha musiman yang menarik untuk dicoba. Apalagi...

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara

Resensi dan Review Buku Biografi Idrus A. Paturusi : Dokter medan Lara Pertama mendapatkan buku biografi Idrus Paturusi ini, saya langsung tertarik. Meskipun...