Tertawan Si Burung Marah

By | Juli 29, 2013

Lama juga tidak posting tulisan. Menurut hitungan hari, hampir tiga puluh hari. Itu artinya satu bulan tak menyentuh dasbord blog. Berkunjung Cuma lihat komen, dan membalaspun komen pun juga tak bisa. Tidak tahu ini handphone tidak mau di ajak kompromi untuk berbalas komen, tapi anehnya komen di rumah sendiri tidak bisa. Sementara modem dan laptop pun tak terjamah tangan, dilupakan begitu saja. Kesibukan rumah tangga dan skripsi telah memalingkan saya dari dunia blogger. Apalagi akhir- akhir saya dan juga suami telah tertawan si burung marah.

Untuk yang terakhir menjadi kesibukan saya dan suami beberapa hari ini. Ceritanya berawal dari keponakan suami yang demam angry bird. Ketika saya sedang berkunjung ke rumah mertua anak ini langsung nempel sama saya. Kemudian sebagai bentuk hadiah kecil dari kami, kami bertanya mau minta si Ayu. Langsung deh boneka angry bird menjadi pilihan, padahal dari mulai tas sekolah, baju dan mainan sudah serba angry bird, tapi tawaran dari kami langsung dimanfaatkan untuk menembah koleksi si burung marah.

Sebenarnya waktu di kota suami, beberapa baby shop sudah kami datangi untuk menawan angry bird, namun semua bilang masih kosong. Mulailah tawaran boneka yang lain yang toko tawarkan dan kami tawarkan kembali kepada Ayu untuk mengganti permintaannya. Namun cara tersebut tak berhasil juga. Dasar anak kecil konsisten banget kalau masalah keinginan.Apalagi sudah siaran langsungke semua orang yang ditemuinya kalau mau di belikan boneka Angry bird sama tante anis.

Pencarian si burung marah pun berlanjut ketika kembali ke Gresik, namun dua mall yang kami datangi 

( maklum di kota ini hanya ada dua mall) dan beberapa toko mainan anak, lagi- lagi mengatakan kosong. Meskipun ada sekecil kepalan tangan orang dewasa. Benar- benar membuat saya dan suami berkeliling kota dan menjadikan kami tertawan sehingga benar- benar bisa menemukan burung marang tersebut.

Untungnya, kebetulan salah satu perusahaan BUMN di gresik sedang mengadakan pasar rakyat. Dengan agak pesimis kami ikut melihatnya, meskipun sebenarnya kami kurang menyukai teman keramaian, sambil berharap siapa tahu sisana kami menemukan burung marah. Setelah muter mencari makanan, dan pentol tentunya, Alhamdulillah pencarian kami berujung bahagia, hahaha. Dari ukuran dan warna pas banget seperti yang kami dan Ayu harapkan.

Buat pembaca blog saya, jangan pernah deh memberikan janji pada anak- anak kalau akan memberikan sesuatu jika kamu belum menemukannya. Ya begini akibatnya, awalanya kami banyak menemukan angri bird dimana- dimana, namun kalau sudah di cari akan menghilang begitu saja.

Author: Anis Khoir

Hai saya Anis Khoir, blogger dan konten kreator dari Tuban. Untuk diskusi dan kerja sama silahkan hubungi di media sosial atau email : achmianisa@gmail.com

8 thoughts on “Tertawan Si Burung Marah

  1. fralfath

    hehehe iya bener. apalagi kalau anak nya suka tunjuk2 barang kalau diajak jalan-jalan πŸ˜€

    Reply
  2. sari widiarti

    iya benar sih.. katanya nanti2 tetapi ternyta gak jdi beli, rasanya sakiiit πŸ˜€

    Reply
  3. Anonim

    ehehe untuk sekarang aku agak menghindari dekat2 sama anak kecil mba apalagi yang sudah berani minta2 hadiah,,
    aku seringnya memberikan hadiah pada anak yang masih balita yg belum bisa memilih, masih suka2 kita mau ngasih apa πŸ™‚

    Reply
  4. duniaely

    Selamat merayakan Lebaran bersama seluruh keluarga di sana ya ya , mohon maaf lahir bathin πŸ™‚

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *