Menemukan “LAISA 2”

53 sec read

Membaca novel Bidadari- Bidadari Surga, pemberian  Alfath, saya sangat terpesona dengan ceritanya. Apalagi sosok Laisa yang rela berkorban demi kesuksesan adik-adiknya. Namun yang membuat saya menuliskannya disini bukan tentang keberhasilan dalam membantu keluarganya, namun keterbatasan fisik yang tetap membuatnya berprestasi.Dan, yang paling jarang orang bisa lakukan adalah tetap bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan.  Diusianya yang empat puluhan, tetap dalam kesendirian. Cobaan yang banyak dari wanita tak sanggup menjalaninya. Begitu juga dengan teman saya, yang saya panggil dengan Laisa 2. Secara fisik tak jauh beda yang didiskripsikan dalam novel bidadari- bidadari surga. Postur tubuhnya yang kecil setinggi anak kelas 2 SD, banyak yang tak menyangka kalau usianya telah seperempat abad. Sama seperti wanita yang mulai dewasa, kerinduannya akan menikah sangatlah besar. Apalagi tuntutan lingkungan, dan keluarganya yang menginginkan pernikahan bisa segala terlaksana. Apalagi ketika mendengar teman yang usianya dibawah dia menikah, ada raut sungguh menginginkan hal yang sama. Beberapa proses pernah dia jalankan. Namun ketika melihat foto banyak yang menerima, namun ketika proses nadzor, bisa di tebak banyak yang mengundurkan diri. Sampai kadang dia merasa putus asa untuk bisa dipertemukan dengan jodohnya. Kadang saya juga merasa sedih, namun yang dapat saya lakukan hanya berdoa dia segera dipertemukan dengan jodohnya. Diakhir, saya tersentuh dengan epilog novel Bidadari- bidadari Surga :

Yakinlah, wanita- wanita sholihah yang sendiri namun tetap mengisi hidupnyadengan indah, berbagi, berbuat baik dan bersyukur, kelak di akhirat akan menjadi bidadari- bidadari surga. Dan kabar baik itu pasti benar, bidadari surga cantiknya luar biasa.- Epilog, Novel ” bidadari- bidadari surga”

Avatar

20 Replies to “Menemukan “LAISA 2””

  1. kangfarhan juga harus baca nih novel..
    sangat menginspirasi, walau tokoh sentralnya tentang perempuan yaitu Laisa, namun perjuangan adik laisa yg 3 orang adalah pria patut menjadi teladan..:)

  2. wah …. jd tambah kepo 🙂

    btw, sudah siapkah buat jadwalnya besok hari rabu ? cek imel ya, makasih byk 🙂

  3. @papapz : amiin, karena wanita dalam penantian banyak sekali godaannya, begitu juga kah dengan laki- laki?

  4. Berarti jamannya pak papapz juga mengalami GALAU ya?, kirain sekarang2 aja karena istilah Galau lagi booming, hehehe #peace

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *