Mengeja Cinta

Bukan seperti balita yang tertitah untuk belajar berjalan.. Tak juga bagai nahkoda yang ragu arah berlayar. Cinta telah memaksa ku untuk memahami segalanya, Termasuk tentang  rasa ku yang sebenarnya. Terlalu naif jika aku memungkiri, apalagi menepis begitu saja. Karena memang dia telah hadir di sini . Mengisi dunia dengan pelangi cinta. Sepertinya tak adil jika aku tak menerima. Karena Tuhan dengan bijaksana telah memberikan cintaNya melalui dirinya.. Pantaskah aku menggenggamnya, jika ternyata aku masih mengeja cinta? Dengan kekuatan cinta, aku berusaha. Memaknai semua dengan bijaksana. Meski kadang aku merasa belum cukup dewasa. Namun biarkan aku bersamanya  untuk bisa mengerti Apa itu cinta sesungguhnya.. ” Cinta yang halal dan diridhoiNya, hanya ketika ikatan halal itu telah benar-benar nyata adanya”

2 pemikiran pada “Mengeja Cinta”

  1. Dan, tentunya manusia itu harus menempatkan cinta pada posisi yang tepat..sehingga tak jatuh dalam lubang kenistaan..

    bicara cinta memang tak ada akhirnya..

    Balas

Tinggalkan komentar